Barangkali Tuhan Masih Pengampun
Juli 17th, 2007 by Alimudin
Janjinya kita akan berbulan madu di Marioboro, beli manik-manik dan ukiran batik wong sono, makan lesehan sambil memberi uang recehan, sebelum menikmati lukisan seniman jalanan yang meminta uang gobananKarena aku tunjukkan rel kereta api ke Yogyakarta, engkau memintaku beli karcis di st Hall
Eh…diam-diam engkau malah meninggalkanku, katanya sih ketemu pelacur jalanan
Ya sudah
Nikmati saja tubuhnya
Agar puas hasratnya
Besok-besok kamu juga akan balik lagi
Dengan mengatakan “mari kita jadi kekasih lagi, lupakan masa lalu, nanti kita ke Pulau Bali, berdansa di Legian, menyaksikan bule mabuk di jalanan ”
Sekarang kamu adus dulu lah, jangan lupa
Nawaetu gusla lirraf’il hadatsil Akbar
Barangkali Tuhan masih Maha Pengampun
Walau Dia tahu apa yang kamu lakukan, tapi tidak ribut tuh…