KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Aku Tak Bisa Meraba

Aku tak bisa meraba
Saat harapan adalah kenyataan
Puisi bukanlah mimpi
Karena kata-kata adalah kehidupan

Di ujung pena tergores syair indah
Sedang ujung pedang mengalirkan darah
Aku kan diam dan kembali menyendiri
Akan kucari prestasi
Dalam kesendirian

Jika hiruk pikuk menawarkan pesta
Dan kensunyian menawarkan rendah diri
Aku memilih diam
Untuk bisa bicara
Tentang indahnya tengah malam

Aku memilih diam
Untuk bisa berpikir

Aku memilih menangis
Untuk menikmati ratapan

Aku memilih sakit
Untuk mendapatkan hikmah
Dan pengampunan dosa-dosa

Ya Tuhan
Aku tak butuh bantuan-Mu
Untuk mengajarkan kesombongan

Tapi aku butuh
Kekuatan dari setitik asma-Mu
Agar aku bisa memakai baju Husna-Mu

Sembilan puluh sembilan di bagi sebanyak makhluk-Mu
Aku minta satu
Sekedar untuk meraba
Subhaana maa kholaqta haadza baathila

Tinggalkan Komentar