Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Juli 30th, 2007 No Comments »
Jarum-jarum cemara yang kehijauan membangun satu-persatu awan-awan di langit yang bergumpal-gumpal dan menjadi pelindung bagi burung-burung yang sedang mengepakkan sayapnya.
Dan angin kini mulai bertiup kencang. Jarum-jarum terpencar dan seluruh awan tersibak. Dari kejauhan terdengar nyanyian ombak yang mulai mekar, menari menemani awan-awan yang lepas.
Permanent link to this post (46 words, estimated 11 secs reading time)
Posted in Puisi on Juli 30th, 2007 No Comments »
Dalam lembah yang biru oleh teriakan-teriakan waktu, tampak jelas beningnya bebatuan yang berlari-lari mengikuti angin yang berhembus. Batu-batu itu dihempaskan, berserakan, dan terbang ke langit yang berlapis-lapis sedangkan sisanya terbenam dalam tanah hitam yang ketinggalan dan menangis.
Permanent link to this post (38 words, estimated 9 secs reading time)
Posted in Puisi on Juli 21st, 2007 No Comments »
Entah sampai kapan
Mulut membungkam
Lidah tak bicara
Hati ingin berkata
Cuma lamunan yang bisa merasa
Dan jantung tak mengerti maknanya
Kering aku disini
Waktupun tak mungkin menanti
Hingga hari berganti
Kau tak henti ku renungi
Permanent link to this post (37 words, estimated 9 secs reading time)
Posted in Puisi, Renungan on Juli 19th, 2007 No Comments »
Jika bunga adalah hati
Maka setiap kelopak adalah harapan
Jika satu kelopak hancur
Bunga tidak indah lagi
Jika satu kelopak busuk
Bunga ikut terkontaminasi
Jika bunga mengabaikan kelopaknya maka dirinya tak berarti lagi
Jika bunga adalah hati
Dan kelopak adalah harapan
Maka tangkai adalah logika
Jangan pernah berharap punya sayap
Kecuali kau memang seekor burung
Jangan pernah berharap sempurna
Kecuali kau memang seorang malaikat
Cinta bersamamu dengan ketulusan
Sedang kau meragukannya
Cinta bersamamu
Saat kau mendaki bukit dan menuruni lembah
Sedang kau meninggalkannya
Cinta mengharapkanmu
Sedang kau mengacuhkannya
Maka saat kau membutuhkan cinta
Dia akan berbalik pergi
Permanent link to this post (34 words, estimated 8 secs reading time)
Posted in Puisi on Juli 19th, 2007 No Comments »
Padamu kuberikan lukisan sutra yang kudapat dari langit
Yang dilukis dewa-dewi di atas sungai yang putih dan tidak bersuara
Mereka kehilangan harmoninya saat daun-daun berguguran
Dari pohon-pohon yang tak menginjak bumi
Berlari dan menari, mengejar matahari merah yang lain
Sesaat bulan terpana
Bernyanyi di siang hari ditemani bintang-bintang tak berwarna
Sedang angkasa luas menjadi sunyi seketika
Kehilangan suara-suara yang mengalun diantara
Lambaian daun kelapa dan buah yang indah
Sehingga mereka pudar dan tak tampak lagi
dalam mimpi yang hitam
Permanent link to this post (80 words, estimated 19 secs reading time)
Posted in Intermezzo on Juli 17th, 2007 No Comments »
Hari ini gw lagi capek, gw sendiri gak tau kenapa, tapi yang jelas gw ngerasa capek ini berasal dari hati gw yang merasa di gantungin sama seorang cewek. Entah dia nganggap aku cowoknya atau bukan. Namun meski begitu gw tetap menaruh harapan lebih ama dia. Ukh! gw kesel deh setiap kali kalo dia cuekin gw ( mang gw cowok apaaan!) MAKSUD DIA APA SEEH! please deh klo lw dah gak suka bilang, atau lw dah ada yang laen bilang donk! gw gak sanggup klo harus digantung kayak kambing kurban neeh. Jujur yah aku itu sayang banget ama kamu, klo kamu nyamuknya aku kok di isep darahnya yang penting kamu itu selalu ada didalam hatiku. Gw sayang banget ama dia, gw berharap banget dia bisa mengerti apa yang gw mau. Meski itu cuma sebuah harapan kosong yang mirip pepesan basi eh! kosong deh. Tapi hati gw selalu gw ukir kata cinta hanya untuk kamu seorang Oooohhh lariskaku
Permanent link to this post (157 words, estimated 38 secs reading time)
Pagi dingin sekali ketika aku mulai membuka mata,
huah.. ternyata juni datang menyapa
apa kabar cinta?
tak ingin ku jawab
nyeri ini masih tersisa
kenapa lagi-lagi kau kirim dingin
untukku bersama juni
kau tahu …
juni itu bulan kehidupanku
atau mungkin memang sengaja
Posted in Intermezzo on Juli 17th, 2007 1 Comment »
Rindu
Tapi tak bisa datang
Pilu
Tapi tak bisa menghilang
Sakit
Tapi tak kan kubuang
Sempit
Tapi tak kan berpaling
Permanent link to this post (21 words, estimated 5 secs reading time)
Posted in Intermezzo on Juli 17th, 2007 No Comments »
Dingin es krim di musim panas
Perlahan Mencair di dalam gelas
Duduk termenung mata memelas
Cemas menghinggap enggan tuk lepas
Permanent link to this post (21 words, estimated 5 secs reading time)