KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Juli 2007

Cemara dan Awan

Jarum-jarum cemara yang kehijauan membangun satu-persatu awan-awan di langit yang bergumpal-gumpal dan menjadi pelindung bagi burung-burung yang sedang mengepakkan sayapnya.

Dan angin kini mulai bertiup kencang. Jarum-jarum terpencar dan seluruh awan tersibak. Dari kejauhan terdengar nyanyian ombak yang mulai mekar, menari menemani awan-awan yang lepas.

Batu

Dalam lembah yang biru oleh teriakan-teriakan waktu, tampak jelas beningnya bebatuan yang berlari-lari mengikuti angin yang berhembus. Batu-batu itu dihempaskan, berserakan, dan terbang ke langit yang berlapis-lapis sedangkan sisanya terbenam dalam tanah hitam yang ketinggalan dan menangis.

Hari 2 Hari

Entah sampai kapan
Mulut membungkam
Lidah tak bicara

Hati ingin berkata
Cuma lamunan yang bisa merasa
Dan jantung tak mengerti maknanya

Kering aku disini
Waktupun tak mungkin menanti
Hingga hari berganti
Kau tak henti ku renungi

Bunga

Jika bunga adalah hati
Maka setiap kelopak adalah harapan
Jika satu kelopak hancur
Bunga tidak indah lagi
Jika satu kelopak busuk
Bunga ikut terkontaminasi
Jika bunga mengabaikan kelopaknya maka dirinya tak berarti lagi

Jika bunga adalah hati
Dan kelopak adalah harapan
Maka tangkai adalah logika
Jangan pernah berharap punya sayap
Kecuali kau memang seekor burung
Jangan pernah berharap sempurna
Kecuali kau memang seorang malaikat

Cinta bersamamu dengan ketulusan
Sedang kau meragukannya
Cinta bersamamu
Saat kau mendaki bukit dan menuruni lembah
Sedang kau meninggalkannya
Cinta mengharapkanmu
Sedang kau mengacuhkannya
Maka saat kau membutuhkan cinta
Dia akan berbalik pergi

Lukisan Langit

Padamu kuberikan lukisan sutra yang kudapat dari langit
Yang dilukis dewa-dewi di atas sungai yang putih dan tidak bersuara
Mereka kehilangan harmoninya saat daun-daun berguguran
Dari pohon-pohon yang tak menginjak bumi
Berlari dan menari, mengejar matahari merah yang lain
Sesaat bulan terpana
Bernyanyi di siang hari ditemani bintang-bintang tak berwarna
Sedang angkasa luas menjadi sunyi seketika
Kehilangan suara-suara yang mengalun diantara
Lambaian daun kelapa dan buah yang indah
Sehingga mereka pudar dan tak tampak lagi
dalam mimpi yang hitam

Capek Deh

Hari ini gw lagi capek, gw sendiri gak tau kenapa, tapi yang jelas gw ngerasa capek ini berasal dari hati gw yang merasa di gantungin sama seorang cewek. Entah dia nganggap aku cowoknya atau bukan. Namun meski begitu gw tetap menaruh harapan lebih ama dia. Ukh! gw kesel deh setiap kali kalo dia cuekin gw ( mang gw cowok apaaan!) MAKSUD DIA APA SEEH! please deh klo lw dah gak suka bilang, atau lw dah ada yang laen bilang donk! gw gak sanggup klo harus digantung kayak kambing kurban neeh. Jujur yah aku itu sayang banget ama kamu, klo kamu nyamuknya aku kok di isep darahnya yang penting kamu itu selalu ada didalam hatiku. Gw sayang banget ama dia, gw berharap banget dia bisa mengerti apa yang gw mau. Meski itu cuma sebuah harapan kosong yang mirip pepesan basi eh! kosong deh. Tapi hati gw selalu gw ukir kata cinta hanya untuk kamu seorang Oooohhh lariskaku

Pagi dingin sekali ketika aku mulai membuka mata,

huah.. ternyata juni datang menyapa

apa kabar cinta?

tak ingin ku jawab

nyeri ini masih tersisa

kenapa lagi-lagi kau kirim dingin

untukku bersama juni

kau tahu …

juni itu bulan kehidupanku

atau mungkin memang sengaja

Terjebak Roman Picisan

Rindu

Tapi tak bisa datang

Pilu

Tapi tak bisa menghilang

Sakit

Tapi tak kan kubuang

Sempit

Tapi tak kan berpaling

Es Krim

Dingin es krim di musim panas

Perlahan Mencair di dalam gelas

Duduk termenung mata memelas

Cemas menghinggap enggan tuk lepas

Next »