Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Vinka menghempaskan tubuh letihnya ke atas kasur. Kemudian ia mencoba memejamkan matanya. Barang-barang bawaan yang setumpuk miliknya dibiarkan tergeletak begitu saja dilantai keramik yang dingin itu. Ia merasa lelah sekali selama dalam perjalanan menuju puncak
Bogor. Liburan long weekend kali ini yang dipilih bersama teman-teman kuliahnya, Dara yang tomboy, Luna yang keibuan, Witri si jago masak dan Maya yang perempuan abis. Sementara Vinka sendiri di cap sebagai anak manja sama teman-temannya. Selain memang dia paling muda, dia juga masih bertingkah-laku seperti anak-anak.
Posted in Cerpen on Juni 14th, 2007 No Comments »
Namaku Reyna. Orang-orang yang mengenalku biasa memanggiku Rey. Jangan suruh aku untuk menulis namaku. Aku sudah lupa. Walau Bibiku pernah mengajarkan hal itu. Karena aku buta huruf.
Posted in Cerpen on Juni 13th, 2007 4 Comments »
Pukul 5 pagi, Dublin memperhatikan wajah Dey yang tidur. Namun terlihat wajah itu begitu lelah dan pucat. Sudah hampir sebulan sejak bersama dirinya, Dey tidak pernah tidur nyenyak. Tiap tengah malam Dey terbangun kemudian melamun, pandangannya terlihat jauh menerawang, tidak pernah tahu apa yang dipikirkannya.
Posted in Cerpen on Juni 12th, 2007 No Comments »
Aku kembali menatap cermin berkali-kali dan memandangi wajahku dengan sangat keras. Hidup ini keras! Maka aku menganggap bahwa aku juga harus bisa menjalaninya dengan penuh ketegaran. Tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi apa pun yang aku mau. Tidak ada yang boleh menyakitiku, walaupun hanya berwujud setitik air hujan.
Posted in Puisi, Khayalan, Teruntuk on Juni 12th, 2007 No Comments »
Andai,
Bisa kuhentikan bumi berputar,
akan kuremas hingga dia takluk padamu
Andai,
Bisa kulukiskan kecantikan bidadari,
akan kusihir pesonamu lebih darinya
Andai,
Kekuatan parang bisa kusalahgunakan,
akan kuberikan seutuhnya kepadamu
Andai,
Keajaiban Dunia bisa kugapai dengan telapak,
Posted in Puisi, Jeritan on Juni 12th, 2007 No Comments »
Hitam sudah..
Kini hatiku bak paru-paru
yang candu akan nikotin
Laksana musuh air yang buat hancur
embun pagi yang kuhirup setiap hari
Arang sudah isi tubuhku
Banyak yang membakar,
meracuni,
meludahi..
dan menginjak-injak
Jeritanku tak keluar
Posted in Puisi on Juni 12th, 2007 No Comments »
Jiwaku sensitif..
Jika aku mendengar kata itu
Kadang terasa ingin jatuh dan tumpah
Kadang kutahan sampai dadaku sakit
Kadang aku biarkan jatuh seenaknya
Kehadirannya membuatku malu setengah mati
Karena aku terlihat lemah jika ia ada
Namun membuatku menjadi lembut seketika
Posted in Puisi on Juni 12th, 2007 No Comments »
Aku memandang ke langit..
Mengapa engkau tetap membisu?
Membiarkan ruang hatiku kosong?
Kupandangi jua jantung hidupmu..
Bintang-bintang yang berjatuhan..
Tetap saja tak kudengar..
Seembun abjadpun.
Begitu mahalkah dirimu??
Memangnya aku harus berkorban apa?
Hanya untuk menunggu telingaku bergetar..
Akibat kehadiranmu.
Auwww.. aku menjerit ketakutan
oleh bayangan kegelapan, aku melamun memikirkan hidup yang tak jelas ujung dan uram
gelap…. gelap yang terlihat hanya bayangan suram,
hujan gerimis mulai menyiram, menandakan adanya kematian
nafas ku semakin pelan, karena aku lelah seharian tuk memikirkan jalan pulang
Sebelum aku menulis terlalu banyak kata, aku ingin bercerita sedikit tentang kekecewaan ku.
Mungkin terlalu lucu, kalau aku bercerita tentang kemiskinan, kelemahan dan kekurangan diriku sendiri, meski demikian aku tetap ingin berbagi dengan semua teman ku yang ada di seluruh pelosok dunia. Aku kecewa…karena itu aku ingin bercerita, aku kecewa dengan kemiskinan iman ku, aku kecewa dengan kelemahan ilmu ku dan aku kecewa dengan kekurangan pengalaman ku.