KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Juni 2007

Kejora

Vinka menghempaskan tubuh letihnya ke atas kasur. Kemudian ia mencoba memejamkan matanya. Barang-barang bawaan yang setumpuk miliknya dibiarkan tergeletak begitu saja dilantai keramik yang dingin itu. Ia merasa lelah sekali selama dalam perjalanan menuju puncak
Bogor. Liburan long weekend kali ini yang dipilih bersama teman-teman kuliahnya, Dara yang tomboy, Luna yang keibuan, Witri si jago masak dan Maya yang perempuan abis. Sementara Vinka sendiri di cap sebagai anak manja sama teman-temannya. Selain memang dia paling muda, dia juga masih bertingkah-laku seperti anak-anak.

Payung Vs Sepatu Boot Reyna

Namaku Reyna. Orang-orang yang mengenalku biasa memanggiku Rey. Jangan suruh aku untuk menulis namaku. Aku sudah lupa. Walau Bibiku pernah mengajarkan hal itu. Karena aku buta huruf.

Dublin…

Pukul 5 pagi, Dublin memperhatikan wajah Dey yang tidur. Namun terlihat wajah itu begitu lelah dan pucat. Sudah hampir sebulan sejak bersama dirinya, Dey tidak pernah tidur nyenyak. Tiap tengah malam Dey terbangun kemudian melamun, pandangannya terlihat jauh menerawang, tidak pernah tahu apa yang dipikirkannya.

Cengeng

              Aku kembali menatap cermin berkali-kali dan memandangi wajahku dengan sangat keras. Hidup ini keras! Maka aku menganggap bahwa aku juga harus bisa menjalaninya dengan penuh ketegaran. Tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi apa pun yang aku mau. Tidak ada yang boleh menyakitiku, walaupun hanya berwujud setitik air hujan.

Andai

 

Andai,

Bisa kuhentikan bumi berputar,

akan kuremas hingga dia takluk padamu

Andai,

Bisa kulukiskan kecantikan bidadari,

akan kusihir pesonamu lebih darinya

Andai,

Kekuatan parang bisa kusalahgunakan,

akan kuberikan seutuhnya kepadamu

Andai,

Keajaiban Dunia bisa kugapai dengan telapak,

Penderita Kesakitan

 

Hitam sudah..

Kini hatiku bak paru-paru

yang candu akan nikotin

Laksana musuh air yang buat hancur

embun pagi yang kuhirup setiap hari

Arang sudah isi tubuhku

 

Banyak yang membakar,

meracuni,

meludahi..

dan menginjak-injak

 

Jeritanku tak keluar

Air Mata

Jiwaku sensitif..

Jika aku mendengar kata itu

Kadang terasa ingin jatuh dan tumpah

Kadang kutahan sampai dadaku sakit

Kadang aku biarkan jatuh seenaknya

Kehadirannya membuatku malu setengah mati

Karena aku terlihat lemah jika ia ada

Namun membuatku menjadi lembut seketika

Kata-Kata

            Aku memandang ke langit..

Mengapa engkau tetap membisu?

Membiarkan ruang hatiku kosong?

Kupandangi jua jantung hidupmu..

Bintang-bintang yang berjatuhan..

Tetap saja tak kudengar..

Seembun abjadpun.

Begitu mahalkah dirimu??

Memangnya aku harus berkorban apa?

Hanya untuk menunggu telingaku bergetar..

Akibat kehadiranmu.

Auwww.. aku menjerit ketakutan
oleh bayangan kegelapan, aku melamun memikirkan hidup yang tak jelas ujung dan uram
gelap…. gelap yang terlihat hanya bayangan suram,
hujan gerimis mulai menyiram, menandakan adanya kematian
nafas ku semakin pelan, karena aku lelah seharian tuk memikirkan jalan pulang

Sebelum aku menulis terlalu banyak kata, aku ingin bercerita sedikit tentang kekecewaan ku.
Mungkin terlalu lucu, kalau aku bercerita tentang kemiskinan, kelemahan dan kekurangan diriku sendiri, meski demikian aku tetap ingin berbagi dengan semua teman ku yang ada di seluruh pelosok dunia. Aku kecewa…karena itu aku ingin bercerita, aku kecewa dengan kemiskinan iman ku, aku kecewa dengan kelemahan ilmu ku dan aku kecewa dengan kekurangan pengalaman ku.

« Prev - Next »