Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Juni 17th, 2007 No Comments »
Derai hujan menghangat di belah jiwaku
Membahana bagai dewi meraup sukma
Tak terperi desing melengking
Menghujam di pelupuk rindu haru
Hangat,
Sejuk,
Kerinduan merajuk di kisi kisi hati
Menatap berharap
Akan ada setetes kesejukan
Di kelam-kelam ini …
Sukabumi, 24 April 2007
Permanent link to this post (43 words, estimated 10 secs reading time)
Posted in Puisi, Intermezzo on Juni 17th, 2007 1 Comment »
Tenanglah
Suatu saat kita mesti akan sampai
Pada sebuah negeri
Di mana Tuhan tak lagi misteri
Permanent link to this post (17 words, estimated 4 secs reading time)
Gadis kecil…Pagi yang masih remang, sengaja kuingin mencuri wajahmu. Pasti cantik, wajahmu yang di basuh embun selepas subuh. Pasti..!Lapangan rumput yang masih remis dengan sisa embun, wangi tanah masih belum menguapkan jejak kabut. Gerumbulan pohon pinus didekap hawa pagi, ingatan ini tentangmu…Selepas subuh itu…Ya,…selepas subuh, tepatnya lewat setengah jam lalu. Pagi yang masih remang., bayangan sisa malam semakin lerai didesak terang. Rindu memaksa bibir bergetar mengucap nama; AKU RINDU KAMU GADIS KECILLembang Januari 2006
Permanent link to this post (75 words, estimated 18 secs reading time)
Posted in Puisi on Juni 15th, 2007 No Comments »
Irama dan Aroma alam,,meluap tak terkendali
Menyisipkan kata maaf dengan suatu makna dari Sang Khalik
Kipas kehidupan,,terus menerus berhembus,,tanpa memandang harta
Dalam hitungan detik, menit,,tidak ada satu orangpun yang tau
Wahai manusia,,apa yang bisa kita buat?
Kalian sungguh kecil,,tak berdaya,,tak berarti
Lihatlah! Bersujudlah pada Nya!
Alam ini tidak akan memberikan kunci,,Carilah!!
Air,,air,,sesuatu yang melekat erat itu
Sebagai peran lain dengan warna mata yang keruh dan kotor
Memenuhi semua tempat kita menginjak bumi
Taukah kau manusia
Ingatlah,,perbuatan kalian yang menggali kemurkaan alam
Lihatlah saudara-saudaramu!!
Hanya bisa lemas,,terhisap penyakit-penyakit murka
Hapuslah perbuatan malas kalian!!
Berkacalah pada disiplin dan peraturan
Permanent link to this post (99 words, estimated 24 secs reading time)
Posted in Puisi on Juni 15th, 2007 No Comments »
Sayang….
Saat kamu esok melangkah…
Jangan lagi kamu menoleh kebelakang
Karena aku…tak lagi berada di situ
Seperti biasanya setiap kamu berjalan kearahnya
Sayang…
Saat kamu esok melangkah
Jangan hiraukan aku yang ada di belakangmu
Karena aku tak lagi menunggumu
Seperti biasanya setiap kamu berjalan kearahnya
Posted in Puisi on Juni 15th, 2007 No Comments »
Gadis datang isi hati dengan kasih sayang.
Lalu pergi dengan atau tanpa kasih sayang.
Pertama kurasa simpati dan pengertian.
Memberi pelukan tempatku berlindung.
Dalam sakit yang dia tinggalkan, kekuatanku dalam hidup.
Tanpa kepastian terukir dalam darahku, “kau kan terindah dihatiku selamanya”
Permanent link to this post (42 words, estimated 10 secs reading time)
Posted in Esai on Juni 15th, 2007 2 Comments »
Ibu.
Tiga kata yang terangkai sederhana namun menyimpan sejuta makna yang kadang tak mampu tersusun hanya dengan untaian kata. Pengorbanan, kesetiaan, ketulusan, cinta dan kasih sayangnya, tak mungkin terbalas meski waktu berhenti berputar. Pernahkah terpikir, bagaimana mungkin kita bisa membalasnya, jika untuk menghitung jumlahnya saja kita tidak sanggup?
Untuk anda yang masih punya orang tua, rawatlah dan kasihilah mereka…sebelum semuanya terlambat…
Masih kuingat jelas setahun yang lalu saat pagi menjelang, sosoknya yang tinggi besar sibuk menyapu jalanan depan rumahnya. Tak dihiraukan debu-debu beterbangan yang mungkin akan menyerbu ke dalam pernafasannya.
Posted in Puisi on Juni 14th, 2007 No Comments »
Aku pernah mendengar sebuah dongeng..
Dongeng tentang kejadian setelah kehidupan ini
Kehidupan mendatang aku ingin menjadi apa?
Aku ingin menjadi angin…
Yang menyapu bersih setiap masalahku..
Biarlah aku menghilang….
Biarlah aku menjalani kehidupanku tanpa rasa takut…
Dan biarlah aku merasakan hidup yang kuingini…
Posted in Puisi on Juni 14th, 2007 No Comments »
Resah, takut, dan gelisah
Saat ini hanya itu yang kurasa
Ku merasa resah, takut, dan gelisah
Gelisah akan suatu hal
Sesuatu yang mengganggu hatiku, jiwaku, dan batinku
mengusik ketenangan hidupku
Ku ingin ketenangan dan kedamaian
Ku hanya ingin hal itu ada
Selalu ada dalam hatiku
Resah,takut, dan gelisah
Ku tak ingin hal itu ada
Tapi kenapa??
Kenapa harus selalu kurasakan semua itu
Sering ku merasa resah, takut, dan gelisah
Semua itu hanya mengganggu hidupku
Keresahan dan kegelisahan selalu muncul dalam benakku
Saat ini yang ku harap hanyalah satu hal
Hal yang terpenting bagiku
Yaitu kedamaian dalam hatiku. “TAMAT”
Permanent link to this post (99 words, estimated 24 secs reading time)