KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Juni 2007

Setetes Kehangatan

Derai hujan menghangat di belah jiwaku

Membahana bagai dewi meraup sukma

Tak terperi desing melengking

Menghujam di pelupuk rindu haru

Hangat,

Sejuk,

Kerinduan merajuk di kisi kisi hati

Menatap berharap

Akan ada setetes kesejukan

Di kelam-kelam ini …

Sukabumi, 24 April 2007

Sebuah Negeri

Tenanglah
Suatu saat kita mesti akan sampai
Pada sebuah negeri
Di mana Tuhan tak lagi misteri

Gadis kecil…Pagi yang masih remang, sengaja kuingin mencuri wajahmu. Pasti cantik, wajahmu yang di basuh embun selepas subuh. Pasti..!Lapangan rumput yang masih remis dengan sisa embun, wangi tanah masih belum menguapkan jejak kabut. Gerumbulan pohon pinus didekap hawa pagi, ingatan ini tentangmu…Selepas subuh itu…Ya,…selepas subuh, tepatnya lewat setengah jam lalu. Pagi yang masih remang., bayangan sisa malam semakin lerai didesak terang. Rindu memaksa bibir bergetar mengucap nama; AKU RINDU KAMU GADIS KECILLembang Januari 2006

Sebab Banjir

Irama dan Aroma alam,,meluap tak terkendali
Menyisipkan kata maaf dengan suatu makna dari Sang Khalik
Kipas kehidupan,,terus menerus berhembus,,tanpa memandang harta
Dalam hitungan detik, menit,,tidak ada satu orangpun yang tau
Wahai manusia,,apa yang bisa kita buat?
Kalian sungguh kecil,,tak berdaya,,tak berarti
Lihatlah! Bersujudlah pada Nya!
Alam ini tidak akan memberikan kunci,,Carilah!!
Air,,air,,sesuatu yang melekat erat itu
Sebagai peran lain dengan warna mata yang keruh dan kotor
Memenuhi semua tempat kita menginjak bumi
Taukah kau manusia
Ingatlah,,perbuatan kalian yang menggali kemurkaan alam
Lihatlah saudara-saudaramu!!
Hanya bisa lemas,,terhisap penyakit-penyakit murka
Hapuslah perbuatan malas kalian!!
Berkacalah pada disiplin dan peraturan

Sayang…

Sayang….
Saat kamu esok melangkah…
Jangan lagi kamu menoleh kebelakang
Karena aku…tak lagi berada di situ
Seperti biasanya setiap kamu berjalan kearahnya

Sayang…
Saat kamu esok melangkah
Jangan hiraukan aku yang ada di belakangmu
Karena aku tak lagi menunggumu
Seperti biasanya setiap kamu berjalan kearahnya

Ara

Gadis datang isi hati dengan kasih sayang.
Lalu pergi dengan atau tanpa kasih sayang.
Pertama kurasa simpati dan pengertian.
Memberi pelukan tempatku berlindung.

Dalam sakit yang dia tinggalkan, kekuatanku dalam hidup.

Tanpa kepastian terukir dalam darahku, “kau kan terindah dihatiku selamanya”

Pernahkah Terpikir?

Ibu.

Tiga kata yang terangkai sederhana namun menyimpan sejuta makna yang kadang tak mampu tersusun hanya dengan untaian kata. Pengorbanan, kesetiaan, ketulusan, cinta dan kasih sayangnya, tak mungkin terbalas meski waktu berhenti berputar. Pernahkah terpikir, bagaimana mungkin kita bisa membalasnya, jika untuk menghitung jumlahnya saja kita tidak sanggup?

Untuk anda yang masih punya orang tua, rawatlah dan kasihilah mereka…sebelum semuanya terlambat…

Masih kuingat jelas setahun yang lalu saat pagi menjelang, sosoknya yang tinggi besar sibuk menyapu jalanan depan rumahnya. Tak dihiraukan debu-debu beterbangan yang mungkin akan menyerbu ke dalam pernafasannya.

Biarlah Aku Menjadi Angin

Aku pernah mendengar sebuah dongeng..

Dongeng tentang kejadian setelah kehidupan ini

Kehidupan mendatang aku ingin menjadi apa?

Aku ingin menjadi angin…

Yang menyapu bersih setiap masalahku..

Biarlah aku menghilang….

Biarlah aku menjalani kehidupanku tanpa rasa takut…

Dan biarlah aku merasakan hidup yang kuingini…

Gelisah

Resah, takut, dan gelisah
Saat ini hanya itu yang kurasa
Ku merasa resah, takut, dan gelisah
Gelisah akan suatu hal
Sesuatu yang mengganggu hatiku, jiwaku, dan batinku
mengusik ketenangan hidupku
Ku ingin ketenangan dan kedamaian
Ku hanya ingin hal itu ada
Selalu ada dalam hatiku
Resah,takut, dan gelisah
Ku tak ingin hal itu ada
Tapi kenapa??
Kenapa harus selalu kurasakan semua itu
Sering ku merasa resah, takut, dan gelisah
Semua itu hanya mengganggu hidupku
Keresahan dan kegelisahan selalu muncul dalam benakku
Saat ini yang ku harap hanyalah satu hal
Hal yang terpenting bagiku
Yaitu kedamaian dalam hatiku. “TAMAT”

« Prev - Next »