KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sahabatku di Peperangan

darah air mata kita melangit retak

di kata-kata berperang meneriakkan luka

“berhenti!!! berhenti!!!

aku kehilangan sahabat di peperangan ini….”

namun semua tak mau peduli

senja kian menyinari luka-luka

dimana sahabatku?

apakah di jeruji tawanan

atau telah di tiang tebasan?

bukankah baru saja ia berperang melawanku?

Tinggalkan Komentar