Aku memandang ke langit..
Mengapa engkau tetap membisu?
Membiarkan ruang hatiku kosong?
Kupandangi jua jantung hidupmu..
Bintang-bintang yang berjatuhan..
Tetap saja tak kudengar..
Seembun abjadpun.
Begitu mahalkah dirimu??
Memangnya aku harus berkorban apa?
Hanya untuk menunggu telingaku bergetar..
Akibat kehadiranmu.
Semuanya dusta! Sampah!
Hingga kini, apa yang kudapat??
Hanya racun dari lidah bibir ciptaan-Nya..
Hatiku robek, tersayat
Kututupi dan kubalut bekas retakannya..
Namun, tetap saja keindahannya sudah punah..
Bahkan, khayalanku tidak mampu meraihnya..
Wahai engkau kata-kata!
Dimana? Yang selama ini aku pinta?
Aku hanya pinta, ‘Aku sayang kamu.’