Kesedihanku…
Juni 11th, 2007 by fitriyanti
Sebelum aku menulis terlalu banyak kata, aku ingin bercerita sedikit tentang kekecewaan ku.
Mungkin terlalu lucu, kalau aku bercerita tentang kemiskinan, kelemahan dan kekurangan diriku sendiri, meski demikian aku tetap ingin berbagi dengan semua teman ku yang ada di seluruh pelosok dunia. Aku kecewa…karena itu aku ingin bercerita, aku kecewa dengan kemiskinan iman ku, aku kecewa dengan kelemahan ilmu ku dan aku kecewa dengan kekurangan pengalaman ku.
Karena miskin iman maka aku menyerah, karena lemah ilmu aku kalah, dan karena kekurangan pengalaman aku pasrah.
Aku selalu menyerah, saat aku kalah dan aku terima kekalahan dengan pasrah. Kini saat aku dewasa, dan aku ada di antara orang-orang yang menganggap dirinya menang, orang yang selalu berpikir optimis dan orang yang selalu berusaha meski terkadang terlempar kejurang yang paling dalam, mereka punya impian dan harapan masa depan.
Aku mulai bercermin dari bayangan mereka, aku mulai membaca dari gerak langkah mereka, hingga aku tau apa yang ku mau, tak ada guna menyesali kemiskinan iman, kelemahan ilmu dan kekurangan pengalaman. Hari esok masih ada, hadapi dia meski penuh tantangan, dan aku mulai mencoba memperbaiki semua sebelum segalanya terlambat. kamu tau apa yang pertama sekali yang aku perbaiki dari kekecewaan ku?Y
Yaitu KEMISKINAN IMAN: kuperbaiki hidupku dengan ucapan bismillah, ku atur langkah ku menuju sajadah, dan ku titip doa ku melalui tangga Allah. Kamu tau sobat, meski itu terasa gampang kelihatannya, namun sangat susah tuk mengerjakannya, tak jarang aku masih memaki diriku sendiri. akhirnya meski lamban hasil mulai ku dapatkan, aku terbiasa dengan panggilan azan dan aku terbiasa dengan membaca Al-Quran.
Kini aku mulai dengan langkah kedua yaitu memperbaiki KELEMAHAN ILMU : tiap lembar ku ulang kembali, semua memory kubuka lagi dan aku melakukan itu dengan semangat tinggi, karena aku ingin menjadi lebih baik dari hari ini. sedikit demi sedikit aku mulai terbiasa dengan tumpukan buku di meja kantor ku, serakan kertas di ranjang tidur ku dengan ribuan coretan tak bermakna di dalam tas ku.
Aku melangkah tu memperbaiki tahap yang terakhir yaitu KEKURANGAN PENGALAMAN : aku mencari kesana kemari tiap lempengan koran untuk membaca lowongan, mencoba semua kesempatan, dan aku mulai melangkah pasti dengan ketekunan dalam mencari. hingga aku sampai dititik yang namanya kejenuhan,
mmhhhh…………. sakit, sangat sakit. Mungkin benar kata pepatah (tak ada kata terlambat dalam hidup selama kita mau mencoba) tapi sangat beruntung bila kita tak menyia-yiakan kesempatan yang pernah ada. Coba bayangkan saat semua orang sudah belajar membuat tecnology canggih, sedangkan kita masih sedang belajar menggunakannya, atau ketika orang sibuk mengejak karir, namun kita masih belajar dan mencari pengalaman. Memang belum terlambat untuk kita, tapi kita telah ketinggalan pesawat dan akan dapat ronde selanjutnya.
apa itu suatu keberuntungan?
Aku sedih saat aku punya kesempatan tidak aku gunakan, aku memang tidak lagi kemiskinan iman, aku tidak lagi kelemahan ilmu dan aku tidak lagi kekurangan pengalaman, dan itu menurut aku, karena yang menjadi perbandingan adalah diri ku sendiri BEFORE AND AFTER, tapi aku masih tetap aku yang berada paling kecil diantara mereka yang ada disekeliling ku.
Dengan semua pengalaman ini aku ingin berbagi. sayangi masa depan dengan menghargai hari ini, serta menjadikan pengalaman hari kemaren sebagai guru, karena itu yang terbaik. Jangan tunggu penyesalan datang bila kamu masih punya kesempatan sekarang.
Saat aku ingin menjerit aku ingat, ini bukan saatnya lagi. Saat aku ingin menyesali aku ingat, waktu telah habis. karena kini tiba saaanya aku terus mengejar ketinggalan, meraih impian dan menggapai harapan. tapi setiap hari sedikit kalimat keluar sinis dari bibir ku AKU LELAH. Aku takut tak mampu berlari, aku takut tak mampu meraih mimpi dan aku takut tak bisa mencapai harapan.
dari semua itu aku punya sebuah kesimpulan, kan ku jadikan ini sebagai pelajaran. meski suatu saat aku harus menyerah karena lelah.
TAMAT
keknya nech cerita “gw banget dech..“
emmm spertinya bercerita ttg diri sendiri ya.. ,
tapi tetep bagus utk jadi pelajaran kita2 jg..