KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Perawan Muda Kesepian

Seorang gadis terpojok sendirian..

Diam seribu bahasa bak menunggu

Sebuah janji Ilahi yang turun dari langit

Pikirannya hampa..

Benaknya berbicara, “Aku begitu cantik dan menawan!”

Wajahnya manis bak madu

Dadanya penuh, menawan,

tubuh tinggi semampai

Semua insan begitu mengaguminya..

Liur hidung belang bagai membanjiri ibu pertiwi

Semua orang tampak tulus di hadapannya

Namun, itu semua hanya dusta belaka

Tidak ada yang cuma-cuma di negeri ini!

Ia menyesali anugerah kecantikan yang dimilikinya

Karena itu semua tidak akan dimiliki suatu saat nanti

Lebih baik menyendiri pada suatu lubang terpencil

Daripada ‘nyawa’nya terancam

“Kapan? Memangnya kapan?” begitu teriaknya.

Mustahil rasanya untuk menunggu sosok idaman itu

Padahal, ia sangat butuh sentuhan

Sentuhan yang bisa mengisi kekosongannya..

Kekudusan memang perlu dijaga

Bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan

dan hasrat tentunya..

Itulah nasib ‘naas’ seorang perawan muda yang kesepian

Peluang begitu besar di hadapannya

Namun, tidak diindahkannya

Kehormatanlah yang selalu dijunjungnya

Tinggalkan Komentar