Perawan Muda Kesepian
Juni 7th, 2007 by Mariska
Seorang gadis terpojok sendirian..
Diam seribu bahasa bak menunggu
Sebuah janji Ilahi yang turun dari langit
Pikirannya hampa..
Benaknya berbicara, “Aku begitu cantik dan menawan!”
Wajahnya manis bak madu
Dadanya penuh, menawan,
tubuh tinggi semampai
Semua insan begitu mengaguminya..
Liur hidung belang bagai membanjiri ibu pertiwi
Semua orang tampak tulus di hadapannya
Namun, itu semua hanya dusta belaka
Tidak ada yang cuma-cuma di negeri ini!
Ia menyesali anugerah kecantikan yang dimilikinya
Karena itu semua tidak akan dimiliki suatu saat nanti
Lebih baik menyendiri pada suatu lubang terpencil
Daripada ‘nyawa’nya terancam
“Kapan? Memangnya kapan?” begitu teriaknya.
Mustahil rasanya untuk menunggu sosok idaman itu
Padahal, ia sangat butuh sentuhan
Sentuhan yang bisa mengisi kekosongannya..
Kekudusan memang perlu dijaga
Bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan
dan hasrat tentunya..
Itulah nasib ‘naas’ seorang perawan muda yang kesepian
Peluang begitu besar di hadapannya
Namun, tidak diindahkannya
Kehormatanlah yang selalu dijunjungnya