KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Pulau Pasir

-surat untuk Uit-

 

 Sudah habiskah ruang pemangku kegelapan

dimana sinar berhenti memantulkan bayangmu?

 

 Meski di Pulau Pasir tempatku

sekarang berdiri jejalang yang menghirup senja

namun purnama duduk di atas pasang ombak kemudian.

Singgasananya menghembuskan berkas cahaya dan menyisakannya.

 

Ada semilir angin datang meniupkan awan

ke arah purnama; serta pekik hewan

yang bersembunyi di antara rimbun

daun menekan deru ombak sesaat.

 

Akhirnya…

Kutinggalkan jejak kakiku di Pulau Pasir

dimana ombak datang melibas kenangan

akan dirimu kubawa pergi.

 

  April, 2006.

(tamat)

Tinggalkan Komentar