KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Plester

Kabut tua jadi mata pelangi waktu sakura tumpah di matamu yang hitam pekat.Aku melihat tangan kita. Masih sama-sama terplester band aid. Senyummu tiba membeku, menarikku sepintas-pintas. Aku masih utuh, kalau mau.Ini raga sepenuhnya kamu.

Senja bergabung.Dan biru memecah violetSaat langkah itu berbalik, merenggut dan mendekap. Imaji kita lain jurusan Setapak yang aku jejak, jadi arah pulang untuk kakimu.

Tangis mulai membentur karang bersama ombak.Airmata jatuh di air garam,Laut jadi kalung asin yang paling pahit. Setelah bermenit aku mematung sagu.Maka, aku memberi maaf. Ini bukan salahmu,di!

Tinggalkan Komentar