Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
kangen…
mungkin sudah dari kemarin rasa itu bergejolak di raga ini
mungkin juga kemarinnya lagi, lalu kemarinnya lagi, lagi, lagi, dan lagi…
ah… entahlah sudah berapa lama kangen ini menggerogoti jiwa
kapan terakhir kali kita bicara?
mungkin sebulan yang lalu, hanya sms, tak ada jiwa…
aku hanya bisa menatapmu tanpa kata apa-apa
tanpa bisa apapun tuk katakan aku kangen kamu!
Posted in Puisi on Mei 13th, 2007 No Comments »
teman-teman selalu berkata
akan banyak hal
tak urung aku jadi pendengar
yang berusaha mengerti
tentang apa yang mereka ucapkan
dan aku juga menanggapinya
dengan sekedar “ehmm”…
aku berusaha menanggapi cerita itu
dengan sebaik mungkin
kemampuanku yang memang seperti ini
tidak membuat mereka nyaman
bahkan aku terasa begitu bodoh
sehingga tak sepintar mereka
dalam hal berkata-kata
dalam menyampaikan sesuatu secara lisan
Posted in Puisi on Mei 12th, 2007 No Comments »
Puisi, cermin luap kata yang terpilin…
tetapi tak harus mengurai setiap kosa kata yang kita punya
kalau nyatanya ia hanya akan jadi abu…
terkadang sadur perlu terulur,
dan mestikah terpekur untuk menatap arus perjalanan…,
yang pernah dan akan terjadi…
Posted in Puisi on Mei 11th, 2007 No Comments »
Benarkah kita bangsa yang beradab?
Benarkah kita bangsa yang berbudaya?
Benarkah kita bangsa yang ramah?
Benarkah kita cinta damai?
Benarkah kita selalu saling tolong-menolong?
Benarkah kita saling menghormati?
Benarkah kita demokratis?
Lalu kenapa negeri ini banyak masalah?
Ulama banyak, tapi koruptor juga banyak
Setiap hari ada keributan
Setiap saat batu dilempar
Setiap waktu darah mengalir
Dan kita terus hancur
Hancur alamnya
Hancur manusianya
Hampir tak ada yang dapat dibanggakan
Benarkah kita makmur?
Benarkah kita tentram?
Benarkah?
Apa benar?
Permanent link to this post (79 words, estimated 19 secs reading time)
Posted in Puisi on Mei 11th, 2007 No Comments »
aktivitas dalam hidupku terus berjalan
melawan semua hal yang menghambat
tiada hal yang membuat hidupku membaik
kecuali terus berjuang
bersama sang waktu yang terus bergulir
walau kadang aku lengah
dan aku terperosok dalam kesalahan
bahkan dalam dosa
dan tak segera tersadar
semakin larut dalam perbuatan maksiat
Posted in Cerita Kehidupan on Mei 10th, 2007 10 Comments »
Oleh : Haryo Bagus Handoko (http://haryobagushandoko.mysite.com)
10 Juni 2006.
Dear Diary,
Posted in Puisi on Mei 9th, 2007 No Comments »
Menuai kabar tentang merdeka hari ini…
seperti mengobrak-abrik bait suram yang tak sempat kubebat
dalam sulaman selembut salju, dan helaian sehalus sutera
mana kala kurobek bagian ini jadi kisi-kisi sepi
barang kali menyendiri adalah jawaban:
sekadar refleksi tentang kini dan muatan kekinian
Permanent link to this post (43 words, estimated 10 secs reading time)
Posted in Puisi on Mei 8th, 2007 No Comments »
Dia salah
Aku benar
Pokoknya dia salah
Dan pokoknya aku yang benar
Hanya aku yang benar
Pokoknya hanya aku
Jadi dia harus enyah
Jadi dia harus hancur
Jadi dia harus babak belur
Karena dia salah
Dan karena hanya aku yang benar
Aku berhak melempar batu
Aku berhak pecahkan kaca
Aku berhak hancurkan properti
Karena dia salah
Dan hanya aku yang benar
Pokoknya aku yang benar
Karena aku soleh
Karena aku taat beribadah
Karena dia sesat, menurutku
Karena dia pasti masuk neraka, bagiku
Dan aku pasti masuk surga, yakinku
Permanent link to this post (89 words, estimated 21 secs reading time)
Posted in Puisi on Mei 8th, 2007 No Comments »
bisa bertemunya kita dengan banyak orang
merupakan hal yang patut disyukuri
dan mempunyai tujuan yang sama
menuntut ilmu, menabung bekal
demi masa depan
walaupun tidak gratis
dan ilmu itu kadang terasa sulit tuk dipelajari
Posted in Puisi on Mei 7th, 2007 No Comments »
Tujukkan aku jalan hai wanita tua
Keluarlah dari gua-guamu yang suram…
Bawalah aku ke atas perahumu…
Kayuhkan segera…
kayuhkan secepat takdir membawaku ke dalam kegelapan abadiku,
kegelapan yang telah menghapus senyum riang bunga-bunga di padang rumputku,
yang menusukkan ribuan pedang ke hati seorang ibu yang berduka