KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Mei 2007

bisu

daun di bawah lantai

satu kata di bibir langit

kuulum senyum dalam secawan bisu

niscaya terulur tangan suci

di bisu matahari malam

kunyata tawa tak tanya

seumpama debu dibias relung jiwa

kuurat jemari waktu

ditelikung rasa dihitung rasa

Tak Tahu Diri

Betapa masih,
Aku berhitung tentang pahala dan dosa; seperti pedagang culas
Menakar-nakar apa yang telah kau beri;
apa yang kuberi?
O, betapa keserakahan, keangkuhan dan kepicikan
Lebih dekat dari detak jantung, hingga luput terlihat olehku…..
Ampuni hamba !

Izinkan aku menjadi lilin bagimu

Meski tak sebenderang matahari

Namun kuharap cukup berarti menyuluh gelapmu

Menjadi sedikit nyala dihati dan sekedar membantu mengenali arah kau melangkah

Aku tak pernah bisa menjadi matahari bagimu

Setidaknya, terimalah persembahan satu kerdipan api

Sepanjang cinta membakar seluruhku,

Maka,

Dunia Gila

DUNIA GILA

Aku sendiri… Berjalan di belantara kehidupan Menapaki ilusi jiwaku merenda impian kosong yang tak kunjung nyata Menanti kereta masa depan menjemput asaku Asa yang tak pernah kutemui titik cahayanya Yang dapat menerangi liangku esok Aku sendiri…. Berdiri tegak di tengah kekerasan Melapangkan dada di tengah kelemahanku Aku takut jika ketakutan makin membunuhku Perlahan…Namun pasti ! Semua terlihat jelas ! Bagaimana kehancuran akan datang padaku Menghampiri hidupku Aku sendiri… Di sudut ruang gelap merengkuh diri dalam kegelapan Menutup diri dalam tangisan derita Tanpa seorang pun tahu ! bagaimana aku harus kuat melawan semuanya Dengan kesendirian ? Aku sendiri… terpuruk…tersungkur…lalu terjatuh… Hei…! KAU….!! Padahal Kau tahu apa yang aku rasakan Tapi, mengapa kehidupan makin pahit kurasa? Kehidupan ini lebih pahit dari empedu Entah empedu manusia Atau binatang sekalipun ! Tak akan ada yang menyamainya Masihkah otak ciptaan-Mu ini dapat membantuku ? Bah ! Berfikir normalpun aku tak mampu Aku terlalu hancur dengan derita yang datang bertubi-tubi Katakan Padaku ! Apa yang sepatutnya aku lakukan ? Meratapkah ? Menangiskah ? Atau hanya diam saja ? Hanya untuk menunggu Malaikat Izroil-Mu Mencabut nyawaku dengan kasar ? Jawablah ! Aku mohon…! Aku tahu tidak sepatutnya aku menanyakan hal ini pada-Mu Pada siapa lagi ? Apakah harus pada matahari-Mu ? Hah ! Dia saja tak mampu memeprtahankan diri Pada saat senja menariknya tenggelam Apakah harus pada Rembulan-Mu ? Sama saja ! Dia tak akan mampu melewan fajar Atau hruskah pada selain-Mu ? Oh, tidak !!! Hanya Kau yang aku miliki Hanya Kau yang dapat membantuku Jika aku boleh memilih… Bolehkah aku tidur dengan damai dalam peluk-Mu ?

Hujan Deras di Kegelapan

Air kehidupan turun dari langit
Basahi bumi
Basahi pohon
Basahi udara
Basahi segala kekeringan
Segarkan segala kegalauan
Air kehidupan turun tanpa batas
Dalam kegelapan malam yang dingin
Semakin mendinginkan suasana
Dan membuat diri ini merinding
Air kehidupan turun dengan cinta
Membawa berkah yang tiada tara
Menyelamatkan jutaan makhluk bernyawa
Menghilangkan segala kegersangan yang ada
Air kehidupan adalah anugrah
Yang tidak ternilai dengan setumpuk harta
Air kehidupan yang luar biasa
Teruslah datang
Teruslah turun
Dan teruslah mengalir dengan deras
Agar kehidupan tetap berlanjut

Tut-tut Maut

Ayo naik kereta
Angkutan yang aman
Cepat dan murah
Ayo naik kereta
Ke kota mana saja
Pasti sampai tepat waktu
Walau telat berjam-jam
Atau tidak sampai tujuan
Kenapa?
Karena jadwalnya padat
Karena keretanya sudah tua
Atau karena relnya karatan
Atau anjlok lagi
Itu biasa
Namanya juga kereta
Pasti sering anjlok
Lalu terguling
Paling-paling penumpangnya luka
Atau cuma beberapa yang mati
Dan human error selalu jadi kambing hitam
Biasa banget!!!

Be a Winner

banyak diantara kita
mendapat kesempatan emas
untuk mendapat yang terbaik
dan kadang kita tak tanggap
terhadap keberuntungan itu

hati ini kadang sakit
bahkan sering
ya, terlalu sering
sehingga sulit untuk mengerti
arti kebenaran yang hakiki

jalan hidup seseorang
kadang lurus, dan
kadang membelok
dengan atau tidak disadari
begitulah…
yang terjadi dalam kehidupan
tak ada yang mengerti
mengapa kejadian ini
menimpa diri kita

Ditemani Jangkrik

Malam kian larut
Mata semakin mengantuk
Kegelapan menyelimuti
Udara dingin getarkan hati
Sunyi
Sepi
Tak ada kesibukan
Tak ada kegiatan
Hening
Serasa berada dalam damai
Tentram
Tanpa ada kerusakan
Segalanya menjadi sangat tenang
Hilanglah kepenatan
Hilanglah kebingungan
Karena diri ini ingin sendiri
Sendiri dan hanya sendiri
Hanya ada gelap
Hanya ada hening
Hanya ada sepi
Hanya ada sunyi
Dan sang jangkrik yang bernyanyi

Kita Tak Bertemu Malam Ini

Aku rindu sepertiga malam

tapi kita tak bertemu malam ini

karena aku bersegera menuju jurang

dan papa dan nista
tak ada niscaya bagi malam-malamku

lagi, karena mimpi-mimpi tercerabut sendiri

aku menguji sejauh mana aku harus terseok-seok menghadap-Mu

karena tak ada lagi mukjizat di bumi carut-marut

« Prev - Next »