Lelaki Bersayap Iblis
Mei 27th, 2007 by the wind
Aku tidak bisa melupakan lelaki itu. Bentakannya membuat duniaku
goyah. Dia menyumbat otakku dengan Lumpur. Memenuhi hatiku dengan kotoran
binatang. Menjejalkan tahi kambing kedalam mulutku.Bertahun-tahun aku melihat lelaki itu memakai sayap iblis dan aku. Aku juga memakai sayap iblis. Lelaki itu yang mengenakannya padaku. Sayap iblisYang hitam dan berat .Membuat remuk hari-hariku
lelaki itu juga selalu membacakan mantra kutukannya padaku. Membuat bugil tawaku dalam sejenak.
Lelaki bersayap iblis itu bersanding dengan seorang bidadari yang bermahkota luka,
bercincin derita. Tanpa tahu apa gunanya, Lelaki itu selalu mandi dari air mata sang
bidadari .Aku ingin menjerit memaki, menyumpah. Tapi, aku sudah dikebiri oleh nasib
Lagipula bidadari itu sudah mengunting separo sayap iblisku dengan gurauan cintanya
Lelaki bersayap iblis itu membuatku tak mengenal ayahku. Membunuh ayahku
menumbangkan pohon mimpi Bidadari itu. Bahkan dia mampu merobek-robek langit
sehingga aku hanya bisa melihat bintang dari kubangan-kubangan Lumpur yang menggenang. Aku tidak mengerti, kenapa Tuhan mengirim seorang bidadari untuk lelaki bersayap iblis itu? Lelaki yang telah membunuh ayahku.
“Ibu, Aku benci lelaki itu. Dia telah membunuh ayahku…”Bidadari itu mengusap
Kepalaku dengan tangan yang penuh goresan luka.”Tetapi, dialah ayahmu..”
“Ibuku seorang bidadari, Aku pasti putra seorang Dewa…!!”Aku berteriak.
Waktu berlarian mencoba mencairkan semua yang membeku. Dimataku, lelaki bersayap iblis itu tak kunjung berubah menjadi dewa bahkan aku semakin ingat lekukan setiap sayap-sayapnya
“Sekali lagi aku telah dikebiri takdirku….”
Wind.
Maret 22nd,2006.21:55.
Yogyakarta.