Pernahkah kau sadari
Betapa terlukanya hatiku
Betapa sakitnya hatiku
Apa kau takkan menyadari
Mengapa kuteteskan air mata
Mengapa kumenangis
Apa kau juga tak mau sadari
Kalau selama ini
Kau tlah hancurkan
Semua harapan terindahku
Kau hanya diam memandangku
Dan kau…
Hanya bisa Ucapkan kata “MENGAPA”
Kini kusadari
Ternyata kau
Tak kurang dari seorang pengecut
Yang tak mau mengakui perasaanmu
Yang tak dapat menghargai perasaanmu
Dan mulai kusadari
Betapa sulitnya
Dirimu untuk mengerti aku
Tapi mengapa
Ku tak dapat menghalau bayangmu
Dari sudut hatiku yang terdalam
Masihkah kau
Tak menyadari itu semua?
Tuhan…
jangan biarkan hambamu ini
Meratap pilu, menangis sendu
Yang menunggu dalam ketidak pastian
TAMAT
puisinya sama banget dengan pengalaman hidupku, jadi sedih bacanya
gw banget sih… tapi………… seperti waktu yang berlalu… anggap aja sebagai pengalaman indah karena memendam perasaan… hehehe