KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kau

Pernahkah kau sadari
Betapa terlukanya hatiku
Betapa sakitnya hatiku

Apa kau takkan menyadari
Mengapa kuteteskan air mata
Mengapa kumenangis

Apa kau juga tak mau sadari
Kalau selama ini
Kau tlah hancurkan
Semua harapan terindahku

Kau hanya diam memandangku
Dan kau…
Hanya bisa Ucapkan kata “MENGAPA”

Kini kusadari
Ternyata kau
Tak kurang dari seorang pengecut
Yang tak mau mengakui perasaanmu
Yang tak dapat menghargai perasaanmu

Dan mulai kusadari
Betapa sulitnya
Dirimu untuk mengerti aku

Tapi mengapa
Ku tak dapat menghalau bayangmu
Dari sudut hatiku yang terdalam
Masihkah kau
Tak menyadari itu semua?

Tuhan…
jangan biarkan hambamu ini
Meratap pilu, menangis sendu
Yang menunggu dalam ketidak pastian

TAMAT

2 Responses to “Kau”

  1. on 14 May 2007 at 11:35rara

    puisinya sama banget dengan pengalaman hidupku, jadi sedih bacanya

  2. on 13 Nov 2007 at 22:57Oyank

    gw banget sih… tapi………… seperti waktu yang berlalu… anggap aja sebagai pengalaman indah karena memendam perasaan… hehehe

Tinggalkan Komentar