Keinginanku
April 26th, 2007 by agustini suciningtias
aku berjalan menuju lorong yang gelap
dengan jiwa yang terikat
sinar terangpun terlihat
setitik cahaya menerangi jalan
matahari pagi menyinari alam
membuat aku mempunyai setitik harapan
dalam menjalani kehidupan
aku ingin terbang tinggi bebas menembus awan
mengarungi lautan langit biru yang menantang
tapi aku hanya terdiam
aku tak bisa mengepakan kedua sayapku
lepas landas kealam luas
aku bagai burung dalam sangkar emas
yang segalanya tersedia
tapi kesepian merasuk dalam jiwa
walau kerikil tajam menghadang
aku berusaha mencoba
melewati segala halangan didepan mata
mendapat jiwa yang terbebas dari tekanan yang ada
ku mencoba melangkahkan kaki
dengan kegigihan hati
akupun akhirnya bisa berlari
melewati hari-hari yang penuh dengan sepi
ku hanya berterima kasih
atas nikmatmu illahi rabbi
keindahan pelangi menghiasi bumi
membuat jiwa yang suci
terlihat dalam diri
aku akhirnya mengerti
hidup hanyalah sebuah ambisi
mencapai kedudukan yang tinggi
dihadapan mata manusia
aku selalu buta
dengan kesenangan didepan mata
kesusahan memberikan pelajaran
roda hidup selalu berputar
waktu tak pernah terhenti
akhirnya hanya kematian yang menemani
seorang anak manusia yang hidup di bumi
dengan rasa ingin berlari
menggapai mimpi yang telah pasti.
Ade gak pernah sendiri,
Karena ade punya cinta,
Cinta kami, mama dan kakak2 ade.
Kami bisa dewasa menghadapi hidu karena ade,
Bahwa penyakit bukan derita,
Bahwa penyakit adalah ujian,
Bagaimana kita bersabar dan bagaimana kit bersyukur.
Dengan penyakit kita memahami kebesaran Allh SWT.
Ade adalah harta yang tak ternilai buat kami,
Ade begitu berharga buat kami.
Cinta ini mudah-mudahan membuat ade tetap semangat.