KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Aku dan Waktu

PAGI

Sebelum surya beranjak datang

Semilir angin pagi berhembus bersama selimut kabut

Membelaiku untuk tidak segera beranjak dari ranjang

Menebarkan aroma kemalasan dan mentup semua panca indera

Seperti ombak lautan yang enggan menjumpai pantai

Kemudian,

Matahai mulai beranjak datang dengan sinarnya yang mengingatkan pada sebuah waktu

Lapisan kabut mulai menggeliat tersapu sedikit demi sedikit

Gerak waktu terus melaju

Manusia mulai terlepas dari tidurnya

Membungkus mimpi dan melemparkanya pada sebuah kamar mandi

Saatnya,

Air mulai menenggelamkan semua yang terjadi semalam

Melepaskan salam perpisahan kepada semilir angin dingin dan kabut

meremas-remas tubuh,tetapi tidak bisa mengeluarkan sperma

Sabun datang menghangatkan suasana

Membuat jadi lebih beraroma

Busa-busa keluar bersama kotoran

Handuk datang sejenak, menjumpai sisa air yang melekat pada tubuh

Kemudian lembaran-lembaran kain mengambil sebuah martabat

Akan menjadi sebuah tanda sebuah perbedaan bagi manusia yang beda dengan makhluk lainnya

(hewan tidak pernah memikirkan sesuatu pakaian melekat pada tubuhnya)

Semburan minyak wangi datang sebagi pelengkap telah hilangnya aroma manusia pada tubuh

Hidung akan menjadi sebuah saksi mata

Dan mata akan menjadi sebuah saksi hidung

Pintu sudah mulai terbuka

Kemudian terkunci setelah derap kaki yang telah di bimbing oleh mimipi pada malam hari.

“besok pagi akan datang kembali, bersama mimpi yang lain lagi”

Ketika langkah telah maju kemarin adalah sejarah,tidak mungkin waktu menyerah

Ke depan adalah harapan,penghabisan adalah nyawa yang telah hilang dari peredaran

Perjanjian dengan waktu adalah sebuah perjalanan yang terus melaju

SIANG

Matahari akan datang tepat diatas, tegak lurus dengan ujngnya seperti tombak yang tidak berhenti menginjak kita

Semuanya serba tidak pasti

Kepastian adalah sebuah langkah yang terus maju bersama dengan waktu

Tidak banyak yang akan tercatat dalam waktu ini

Semuanya bergerak sendiri

Seperti mesin yang bergerak dan kemudian berhenti karena kehabisan sumber energi

Aku terus mengarungi waktu

Di temani sinar matahari yang semakin lama semakin layu

Matahari akan segera berganti

“Tuhan menggantikan dengan bulan”

MALAM

Setelah melepaskan diri dari dinginya pagi dan teriknya sinar matahari

Aku mulai menghitung hasil dari jerih payah

Duduk di beranda di temani senja

kemudian menghargai kelamin yang tertunda karena sebuah tuntutan

Dengan sisa energi,aku sempatkan bersenandung lagu bagimu negeri

Yang tidak pernah berhenti menyiksa diri

Untuk yang takut dosa,malam digunakan tangan atau sabun untuk menikmatinya

Bagaimanapun rasanya sama saja ketika sebuah cairan telah keluar dari asalnya

Untuk yang tidak takut terhadap dosa, letakkan ujung kelaminmu pada rupiah

Akan segera datang pasanganmu menyambut kelaminmu

Asu !!

Puisi mimpi telah mengajak mengajakku ke dalam dunia yang tidak pasti

Aku yang penganggur terpekur.
Bogor, Maret 2007

Tinggalkan Komentar