Nyanyian Bocah Dewasa
April 24th, 2007 by fahim
Di sebuah ruang kelas, berlantai bumi beratap langit
( semoga Tsunami tidak transmigrasi ke sini )
Murid-murid kelas satu sebuah Sekolah Dasar Negeri
Maju satu persatu untuk menyanyi
Seorang bocah laki-laki maju mengawali
Tampaknya dia anak pendaki, dengan lantang ia menyanyi
Naik-naik ke puncak gaji / Tinggi-tinggi sekali
Kiri kanan kulihat saja / Banyak rakyat sengsara
Berikutnya, bocah lelaki juga
Mungkin anaknya seorang peramal
Agak tersipu dia maju
Rakyat kecil di negeri yang miskin / Amat banyak di desa di kota
Aku ingin datang dan memberi / Damai hati di tempat dia berada
Seorang murid perempuan, maju ke depan sebelum dipanggil namanya
Bapaknya seorang pelukis, demikian tertulis di data siswa
Petinggi…petinggi alangkah enakmu / datang duduk dengar di kursi yang biru
Pemilihmu bingung, ada apa gerangan / Petinggi…petinggi… ciptaan Tuhan
Bel Istirahat sebentar lagi berbunyi
Bu guru memanggil satu anak lagi
Serak suaranya dan paling jelek kalau menyanyi
Anak seorang penjual balon
Nyawaku ada lima / rupa-rupa warnanya
Beras gula tembakau / minyak tanah dan bensin
Meninggi harga bensin,deg / hatiku sangat kacau
Nyawaku tinggal empat / meregang dan sekarat
Bel pun berbunyi
Bu guru, terselip rasa bangga di dadanya
Tak pernah diajarkannya lirik lagu yang demikian
Tapi muridnyalah yang menciptakan
Di mata mereka, orang-orang dewasa telah tiada
PSPLD Surabaya, 10. 12. 05