KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Nyanyian Bocah Dewasa

Di sebuah ruang kelas, berlantai bumi beratap langit

( semoga Tsunami tidak transmigrasi ke sini )

Murid-murid kelas satu sebuah Sekolah Dasar Negeri

Maju satu persatu untuk menyanyi

Seorang bocah laki-laki maju mengawali

Tampaknya dia anak pendaki, dengan lantang ia menyanyi

Naik-naik ke puncak gaji  /  Tinggi-tinggi sekali

Kiri kanan kulihat saja / Banyak rakyat sengsara

Berikutnya, bocah lelaki juga

Mungkin anaknya seorang peramal

Agak tersipu dia maju
Rakyat kecil di negeri yang miskin / Amat banyak di desa di kota

Aku ingin datang dan memberi / Damai hati di tempat dia berada

Seorang murid perempuan, maju ke depan sebelum dipanggil namanya

Bapaknya seorang pelukis, demikian tertulis di data siswa

Petinggi…petinggi alangkah enakmu / datang duduk dengar di kursi yang biru

Pemilihmu bingung, ada apa gerangan / Petinggi…petinggi… ciptaan Tuhan
Bel Istirahat sebentar lagi berbunyi

Bu guru memanggil satu anak lagi

Serak suaranya dan paling jelek kalau menyanyi

Anak seorang penjual balon
Nyawaku ada lima / rupa-rupa warnanya

Beras gula tembakau / minyak tanah dan bensin

Meninggi harga bensin,deg / hatiku sangat kacau

Nyawaku tinggal empat / meregang dan sekarat

Bel pun berbunyi

Bu guru, terselip rasa bangga di dadanya

Tak pernah diajarkannya lirik lagu yang demikian

Tapi muridnyalah yang menciptakan

Di mata mereka, orang-orang dewasa telah tiada

PSPLD Surabaya, 10. 12. 05

Tinggalkan Komentar