Untuk Gadis Kecilku 2
April 23rd, 2007 by gus_supriyatna
Gadis kecil…
Apa kabarmu? Dari balik pintu ruang tengah yang remang, kau berkata mengiringi tengah malam yang pamit menyelinap dibalik lipatan gegas waktu.
“Akankah esok, kau mengingatku sehangat kau berada disini? Besok keramaian adalah milikmu, adakah kau menyertakan aku didalamnya?
Ku berhenti sejenak. Menatapmu, menelusuri wajahmu yang berpaling resah menatap lanskap malam dari yang memantul di dinding rumah. Ada yang ketakutan tergambar samar dipendam diam-diam, waktu tidak ditandai dengan nama dan jejak. Ada yang resah direnang danau mata, tentang rindu yang mungkin hanya jejak sekilas lalu lerai oleh ingatan yang didesak keramaian.
“Tidak gadis, selama kamu percaya tentang kemungkinan. Selama itu pula aku yakin memilihmu!”
Malam itu semakin merambat. Pagi sebentar lagi datang. Ruang tengah semakin terasa lengang dan sepi. Besokpun sama, celotehmu terentang jarak tapi sudahlah nanti akan diringkas. Terasa ada kesepian datang. Tapi dengan itu pula, ada yang belajar untuk tidak melupakan. Itu aku, Gadis ! Yang telah memilihmu dengan yakin. Itu rinduku, Gadis! Itu penantian bersama waktu. Itupula menyangkut kamu.
Ah, Gadis Kecil, Ruang tengah dan malam yang pamit…..
Derit roda beradu dengan tubuh rel kereta
Itulah nyanyian penghantar perpisahan
Waktu berlarian sepanjang jalan dan jarak
Merenggang meninggalkan jejak dibelakang
Satu jam, lewat dibelakang
Tatapan bertanya dengan sedikit ketakutan
Kembalikah kau menyambangi tanpa rasa bosan..?
Dalam kereta kutemukan jawaban sebelum lelap
Pasti Gadis!
Pulang dan pergi adalah tentang kita.