Buruh Pabrik
April 23rd, 2007 by moch Arif Makruf
Sore hilang
Disambut malam
Keramaian
Berangsur pudar
Pagi,
makin kelam
malam
harus panjang
esok,
tiada pilihan
air mata
tersimpan di keranjang
bertahan,
untuk harapan
:Sekantung emas di Matahari
Tetapi,
Luka menggandengnya
Setiap tahun
Tanpa Ampun
Mesin waktu
Berjalan pelan
Penderitaan kian mendalam
Demak,April 2006