Sebuah pengantar:
“Aduh….!”
seorang gadis menjerit dikegelapan bioskop. Suaranya tak terlalu terdengar tertelan suara musik sound track film yg diputar sudah mulai menggelegar.
“Kenapa, Say?” teman cowok yang datang bersama dia urung duduk, dan terlihat bingung.
“Ada sesuatu dibangku….aku merasa
tertusuk jarum!” Kata si cewek.Sang cowok lalu mengambil geretan, menyalakannya dan meneliti ada apa di bangku itu. Dia menemukan secarik kertas yang di ‘pin’ dengan jarum, tepat ditengah bangku. Diambilnya kertas dan jarum itu, didekatkannya nyala geretan ke kertas, dan dia mencoba membaca tulisan yang tertera di kertas itu, si cewek nggak mau ketinggalan, sama penasarannya dengan Si cowok
“AAAAAAA..…..!!!!” si cewek menjerit, lebih keras daripada saat tertusuk
jarum tadi. Kertas itu bertuliskan :
“SELAMAT ANDA BERGABUNG DALAM KOMUNITAS HIV”
Renungan:
Aku memang belum pernah mengalami atau melihat kejadian sepeti cerita diatas….semoga nggak perlu, dan semoga hal spereti diatas nggak akan terjadi lagi.
KALO KAMU BERTANYA:
Kenapa hal tersebut terjadi?
Kenapa ada orang yang tega merusak
Hidup orang lain dengan menyebarkan teror tersebut?
Adakah hal yang bisa mencegah hal itu terjadi?
Bila kamu termasuk orang yang ingin tau jawaban-jawaban dari pertanyaan diatas,mungkin kamu tertarik membaca kisah dibawah ini:
(Namaku Arjuna.Dulu aku hidup dalam alam cinta. Setiap nafasku adalah kasih sayang. Cinta mengalir deras dalam darahku, hingga tanpa kusadari, diriku hilang, tenggelam dalam lautan cinta.Seluruh otakku, jiwaku, tubuhku, kudedikasikan untuk cinta, aku jadi hilang kendali dan lena, karena kendali telah kuserahkan kepada cinta. Sedangkan cinta, dia bersekutu erat dengan nafsu, dendam dan kecewa. Begitu sadar, aku telah kehilangan semuanya, harga diri, harapan, dan cinta itu sendiri. Tiba2 saja, aku telah menjadi manusia yang dianggap rendah: OHIDA.
Aku berlari kesana kemari, mencoba kembali menemukan arah, namun aku takut untuk bertanya pada orang lain. Apa yg akan mereka lakukan padaku kalo tau aku ini manusia sakit? ah…mereka pasti mencaci maki, menghujat, menyalahkan aku. Ada juga yg tetap baik padaku, tp belakangan, aku tau, dibelakangku dia menggunjingkan diriku seperti anjing.
Aku, Arjuna…dahulu hidupku penuh cinta. Kini aku benci semuanya….aku ini berhati lembut, aku juga punya perasaan. Dikiranya aku ini tidak sakit hati apa, waktu mereka mencemooh dan memojokkanku???!!! Awas….pembalasanku….(dan dendam, mulai menjalari dadaku, seperti bara api yg panas)
Akan kuberi mereka penderitaan yg kurasakan, biar mereka tau betapa sakitnya aku dipojokkan, disalahkan, dihukum dan dibuang seperti sampah!!!!
Akan kuberi mereka status yg mereka anggap hina dan tak tertolong lagi: OHIDA!!!!!)
Akhir kata:
Yah, kadangkala masyarakat (aku, kamu, semua orang)luput melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda, dan lupa menimbang perkara dari dasar timbang yg berbeda. Orang yg berbeda, dianggap tak sejalan, otomatis akan tersingkir dari masyarakat. Seolah-olah, sebuah kesalahan yang diperbuat, adalah sebuah aib yang tak termaafkan…..kita sombong, dan mendewakan diri sendiri yang seolah-olah tak pernah berbuat salah. Kita lupa, setiap orang memang ditakdirkan punya jalan hidup sendiri, pemikiran sendiri, namun, manusia juga dicptakan dengan kebutuhan untuk bersosialisasi, dengan kata lain, ingin dihargai, dinggap sebagai bagian dari masyarakat. Kita juga lupa, bahwa kita tak berhak menjadi hakim, karena sesungguhnya kebenaran yang absolute bukanlah milik manusia, melainkan milik Dia Sang Pencipta.
Kalau seorang manusia terlanjur sakit hati karena merasa terbuang dan diasingkan, lalu dia membalas dendam dengan berusaha membuat lingkaran sosialnya berkembang (dalam kasus ini: menyebarkan virus HIV) agar nantinya dia merasa nyaman dan diterima , pantaskah lalu masyarakat bertanya: Kenapa orang ini tega merusak hidup orang lain? Karena sesungguhnya dia hanya berjuang untuk menciptakan masyarakat yang dapat menerima dia……ironis bukan???? Bukankah hal itu tak perlu terjadi, kalo masyarakat yang ada sekarang, dapat memperlakukan dia sebagai bagian yang diakui, dan dihargai??? Memang tak mudah untuk menyatukan cara pandang masyrakat, namun, kita bias memulainya dari lingkaran terkecil masyarakat: diri sendiri.
Kita semua butuh cermin……
Kita semua butuh meminta maaf….
Kita semua…..butuh cahaya agar terbebas dari labirin gelap ini…..
dara jadi berpikir untuk tidak menyimpan dendam,
dan dara jug berpikir untuk lebih menghargai orang dengan kondisi apapun karena dara juga tiak lebih baik dari mereka begitu juga sebaliknya dara tidak buruk dari mereka