KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Ah… Gadis…

[Bacalah sebelum lelapmu, Gadis Kecil]

Satu hari aku hendak mengatakan, sesuatu yang akan dianggap jejak. Tidakkah kau tahu, namamu adalah gairah waktu yang penuh gelagak untuk di rampungkan. Ujung dan tautan harus bertemu saling mengakrabi. Tidak ada persimpangan yang saling bersitegang. Berbeda boleh saja, hanya sebagai ruang bergumul, dimana referensi yang lain bisa dirauf sebagai alternative. Semua itu bersama seperti ada yang bisa dilengkapi. Mungkin karena aku sudah kadung jatuh cinta..? Mudah-mudahan ..Ya!

Ini tentangmu yang tak kunjung lerai. Makin menyatu berkelindan dengan keyakinan.

Ada suatu hari yang ingin kuceritakan sembari melihat langit sore yang lengang. Tentang waktu yang ditandai. Tentang jejak kecil yang menyusuri. Tentang gegas yang terus pergi untuk mencari labuhan. Melihat ujung pulang matahari. Merasakan gesekan angin yang merengek pada rimbun daun. Dan bisik pelan kabut luruh, seraya menyuruhku menarilah dipentas sejarah bersamamu, bersama naungan langit yang merah saga. Kota Tua adalah mata sejarah sederhana, ada nama yang kutulis dengan takjim. Sebuah sosok dicatat hati-hati, karena ini melibatkan hati juga kemungkinan. Dan itu adalah kamu…

Tentangmu, diujung waktu. Kubawa dalam tubuh sebuah pertanyaan. Disanakah, Gadis?

Sepertinya ini harus terus. Dipupuk keberanian, langkah harus terus bergerak. Dalam kuakan waktu yang diisi cicilan jawaban, aku akan terus menjadikanmu sebuah puisi sederhana. Membayang tentang yang akan disambangi kelak, tentang rumah sejarah bernarasi wajar. Berisi gairah hidup dengan gelak kecil yang lepas.

Lihatlah, Gadis…

Ada rancangan yang dibayang sebagai halaman keramaian milik kita. Menjaring bunga mekar dan tawa renyah. Menunggu matahari terbit dan terbenam. Melihat pacakan senja dan lidah gerimis yang genit. Bersamamu.. Ya,..bersamamu…

Kutunggu semua kerja sejarahmu rampung. Kutunggu tanpa rasa bosan. Kutunggu karena kau pantas ditunggu… bukan begitu, Gadisku…?

Tinggalkan Komentar