Janganlah Berputus Asa
April 21st, 2007 by haryobagushandoko
Tubuh-tubuh lemah lunglai
Sepenuhnya bertumpu pada tungkai
Wajah kuyu dan tubuh sudah seperti bangkai
Tiada lagi semangat untuk memulai
Karena tangan dan kaki lemah sudah terkulai
Terseok-seok menyusuri pantai
Semua yang tersisa hanyalah dataran landai
Padahal dahulu semuanya indah permai
Samar-samar terdengar sorak-sorai
Orang-orang datang menolong beramai-ramai
Ada yang membawa uang tunai
Ada pula yang membawa nasi dan gulai
Sekedar pengganjal perut yang sudah lama tidak memuai
Orang-orang datang menolong beramai-ramai
Reruntuhan desa yang tadi sepi sekarang ramai
Tubuh-tubuh tergeletak lunglai
Bahkan ada yang sudah menjadi bangkai
Bilakah harapan dan asa tercapai
Bila semua yang ada sudah terbengkalai
Kapankah semua akan kembali indah permai
Walau tubuh bau kecut seperti tapai
Tak henti memanggul tubuh-tubuh yang terkulai
Menolong yang tersisa beramai-ramai
Membangun tempat berteduh walau hanya balai-balai
Bayi-bayi kembali tidur terbuai
Di pangkuan ibu pertiwi yang indah permai
Masih ada hari esok untuk memulai
Menata kembali semua yang rusak terbengkalai
Semua orang kembali bersorak sorai
Terdengar pula suara nyanyian serunai
Merdu pula kicauan burung punai
Setiap orang kini bergerak sigap bagai cerpelai
Membangun kembali asa yang semula lunglai
Demi ibu pertiwi yang indah permai
Jangan biarkan semua hilang tergadai