Tarik aku lelakiku
Aku hilang arah
Aku gamang
Tolong aku lelakiku
Dimanakah kau lelakiku
Bantu aku mencapai jalan
Aku bingung meraba
Tolong aku lelakiku..
Aku merasa hamapa Aku merasa sunyi Aku ingin potong kompas saja
Bantu aku lelakiku…
Tolong aku mencari cahaya
Sinar tak kulihat sedikitpun
Tolong aku lelakiku..
Tarik aku..
Cepat bawa aku..
Dari dunia abstrak ini
Tolong aku lelakiku
Bawa aku pergi dari sini
Cepat lelakiku…
Jangan tinggalkan aku
Disaat bingung datang
Disaat jiwa akan pergi
Cepat lelakiku…
Raga ini hampir tercabik
Suara ini nyaris hilang bantu aku lelakiku…
Cepat sebelum berakhir..
Sebelum gelap menjemput…
Sebelum sesal tiba
Lelakiku…
Jika waktu itu tiba..
Jangan salahkan siapapun
Tidak juga sang waktu…
Karena ia hanya mampu berputar
Sang waktu tak dapat berbalik
Lelakiku…
Topangan nafasmu bagaikan air jiwaku
Tidakkah kau tahu..
Cepatlah datang lelakiku…
Aku membutuhkanmu saat ini
Kirimkan sinyal rasamu pada bintang..
Pantulkan dalam jiwaku
Menggema dalam kalbu
Terpenuhi oleh semua rasa
Lelakiku…
Cepat datanglah..
Kubutuh uluran tanganmu
Kubutuh topangan jiwamu..
Lelakiku…
Cepat datang..
Sebelum ragaku terbungkus
Sebelum mata terpejam dalam
Gelap dan siang berubah menjadi malam pekat..
Lelakiku cepatlah datang…
(Rancamaya, penghujung april)