Rona Kehidupan
April 14th, 2007 by haryobagushandoko
Kulangkahkan kakiku menyusuri kerasnya kehidupan
Tapak demi tapak aku terseok dan meronta
Hanya demi sanak keluarga
Wajah-wajah berpaling membuang muka
Tanpa peduli kami kaum papa
Dengan perut yang kosong meronta
Mengais sesuatu yang tersisa
Walau sesuatu itu hampir tak berharga
Namun itu bisa menyambung asa
Bagi kami kaum yang papa
Yang berusaha bertahan di kerasnya masa
Terseok aku untuk kesekian kalinya
Dengan punggung yang sudah renta
Aku mencari sesuap nasi untuk keluarga
(Puisi ini dipersembahkan untuk para pemulung kota Malang, para pahlawan kehidupan)