Sepercik Petunjuk Tuhan
April 9th, 2007 by EKANINGSIH HARYATI
Sungguh bingung diri ini
Sungguh penat pikiran ini
Akankah ini akan berlangsung terus menerus
Dalam selang waktu yang belum terkira…
Memang lemah raga ini
Dan tetap risau jiwaku ini
Mencoba menembus seluruh ruang dan waktu
Tuk dapatkan jawaban dari keresahanku
Tuhan, hamba mohon ampun karena sujudku yang hilang
Dan iman dalam dada yang kian menipis
Juga kian renggang
Hamba merasa lemah
Tiada berkekuatan menghadapi ini semua
Yang tiada berakhir dan berujung adanya
Bismillah terucap dari bibirku
Bibir yang sering berkata dusta
Bibir yang tidak pernah basah untuk berdzikir
Bibir yang terlalu sering menggosip
Tuhan, terima kasih atas hidayah-Mu
Petunjuk-Mu membawaku berdoa kepada-Mu
Petunjuk-Mu membantu bibir ini
Untuk mengingat penciptanya
Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Pikiranku kini lebih tenang
Hatiku merasa lebih tentram
Langkahku telah menjadi terarah
Dengan berpegang pada tuntunan-Mu
Yang kekal abadi sepanjang masa
Nilai-nilai kebenarannya
Dengan rahmat-Mu
Aku berusaha meraih ridlo dari-Mu
Izinkan aku ini Tuhan
Untuk mendekatkan diri kepada-Mu
Dan menjadi hamba-Mu yang soleh
TAMAT
jangan lupa…ingatkan terus keberanian dann kesadaran itu…terutama pada jiwamu yang mungkun labil