KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Mata Dewa

Duduk tunduk dalam terjangan sunyi

terpekur menatap dinding kelam

Badan menggigil terhantam takut

Tak berdaya dalam kesendirian

Saat Sang Mata menatap tajam

Telanjangi setiap sendi

Mencopoti setiap gemeritik tulang

Setiap membran sel dan syaraf

teronggok dalam penantian abadi

Tak ada tempat sembunyi

bahkan untuk sisipkan sepi

titipkan seonggok di relung hati

ataupun derai tanggis yang mengiris

Tak ada tempat berlari

Bumi pun memalaingkan wajah tanpa daya

saat lolongan panjang mengaduk sukma

saat helaan nafas menggoreskan luka

saat nadi menyayat raga

Sang Mata terus lekat menatap

Tak sedetik pun lepas diri dari penglihatan

Mata Dewa…

Yang tidak pernah terpejam tidur

yang tak pernah mengenal akhir

Mata Dewa…

Saksi dari segala saksi

Hakim dari segala hakim

pemberi keadilan yang paling adil

tak secuilpun muslihat lepas

tak sebulir kebohongan

mengalir tanpa sepengetahuan

Sang Mata Dewa

Tak seorang pun lepas dari penghisaban

Saat zaman berakhir

Sang Mata mengetukkan palu

tanda hari perhitungan dimulai

Tinggalkan Komentar