Bila Waktu Terasa Lamban
Maret 30th, 2007 by jaja
Sekian detik, menit, jam telah berlalu. Namun sekian detik, menit, dan sekian jam pula semuanya tak bergerak dari hadapanku. Kursi-kursi, meja-meja serta semuanya tetap seperti sediakala. Angin pun seolah tak beranjak. Tenang seolah hari ini tetap diam di sini.
Begitupun aku, tetap diam bahkan mematung laksan pemikir. Kenapa dengan hari ini ?
kenapa ia enggan berlalu ?
Kenapa, kenapa ia hanya mematung saat duka melanda jiwa ?
kenapa waktu ini enggan berlalu ?
kenapa ia kini menjadi lamban ?
“Hei……. !”. Seeorang seolah memanggilku. namun kulihat di sekelilingku tak satupun di sana. kecuali seekor semut diatas mejaku.
“Kau kah itu yang memanggilku hai semut ?”
“ia”. Aku kaget dan memastikan apakah diriku saat itu sedang bermimpi. lantas mencubit diriku sendiri. “Auuu…” ternyata aku tidak bermimpi aku benar-benar berbicara dengan seekor semut.
“Ada apa kau memanggilku ?”
“Kemari, kau akan membisikkan sesuatu padamu !” Aku menundukkan kepala dan mendekat padanya sambil menyodorkan daun telingaku. “Apa ?” Tanyaku dengan penasaran.
“Sudahkah engkau tahu tentang berita tentang bertapa singkatnya perjalanan hidupmu di Dunia ?”
dengan menggeleng-gelengkan kepala aku menjawab “belum, Memang seberapa singkatkah ? ”
“Sangat singkat hingga kau tak menyadari seberapa lama kau telah berada disini”
Aku masih tak mengerti perkataannya. aku masih tetap berpikir waktu itu lamban dalam pandanganku. aku merasa hidupku sangat panjang perjalanannya hingga hari ini pun terasa lamban. “Apa maksud perkataannya ?” bisikku dalam hati.
“Lihatlah dirimu sekarang ! Berapa lama waktu yang telah berlalu dibelakangmu yang belum kau ketahui. Berapa Umur yang kau gunakan untuk hidup dan berapa umur yang kau gunakan untuk tidur hingga umurmu berkurang. Tanpa terasa hidupmu hanya sebentar saja dan kau tak merasakannya. padahal rata-rata manusia sekarang hanya mampu bertahan hidup 40-60 tahun. Waktu itu hanya sebentar bila dikurangi waktu tidurmu yang kebanyakan 8 jam.”