Kala Rindu Menyapaku
Maret 11th, 2007 by jaja
Tiada suara,
cuma suatu bisik yang terus menggema di lembah hati.
bisik yang selalu menghadirkan cinta ke hati.
Tiada kata,
cuma suatu nada yang senantiasa mengalun di balik dawai jiwa.
alunan yang selalu menghadirkan syang ke dalam jiwa.
Tiada ucapan,
cuma satu lagu yang senantiasa berdendang di balik nafas ruh-ruh cinta.
ruh-ruh yang menghadirkan rindu pada hati sang buta.
rindu yang menumbuhkan cinta dalam hatinya.
rindu akan menatap wajah sang kekasih.
sebagaimana seorang sufi rindu menatap wajah Robnya setiap kali ia sujud.
bagus ya
dara suka isingya
kalimatnya tertulis rapi dan punya makna tersendiri
dara ingin mengungkapkan rindu yang tertunda dengan kalimat bersahaja namun dara tak punya tinta karena kertas dan tinta tak tersedia lagi baginya dan kini dia telah melangkah pergi, mengabaikan rindu yang dara punya
heheheh…………..
itu sebait puisi dara untuk kamu yang cerdas
wah knp dengan komentar dara?