Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Maret 31st, 2007 No Comments »
Bah menyeret duka
sepotong luka bercerita tentang
mayat wanita muda nyaris tak berbusana
berkalung kawat baja
terduduk di pojok bersama
iklan termangu di selasar
berkelana dalam berita
sampah perlahan merangkak
tubuhnya tergeletak bengkak
“Aku Bukan sampah!”
teriak kupu-kupu
terbang dari tato lekat di
payudaranya anyir
Posted in Puisi on Maret 31st, 2007 No Comments »
Selalu kau ulangi lagi
Pembicaraan kosongmu
Bosankan hatiku
Masih saja hanya bicara
Tanpa aksi yang jitu
Muakkan diriku
Ku ’kan lakukan jalan lain
Ku ’kan perlihatkan hasil karyaku
Enyahlah omongan kosongmu
Ataupun semua kritikan darimu
Dalam setiap pembicaraan
Pembuktian tak ada
Penuh retrorika
Kubuang omongan kosongmu itu
Kubuat kerja nyata
Aku tak akan ragu
Akankah nanti
Terulang lagi
Semua kata semu
Lihatlah aksiku
Bukalah mata hatimu
Permanent link to this post (67 words, estimated 16 secs reading time)
Posted in Puisi on Maret 31st, 2007 No Comments »
Tuhan
Jika Kau hendaki
kekosongan ini terisi
Tuhan
Jika Kau berkenan
kabulkan sedikit pinta hati
Maka semoga
suara ini menjadi bagian
dari sedikit yang layak Kau kabulkan
Bahwa aku berangan
kekosongan ini terisi
oleh ia
yang menjadi
Posted in Puisi on Maret 30th, 2007 1 Comment »
Sahabat, ingat saat pertama kali kita bertemu?
Ketika aku mengulurkan tanganku dan kamu pun begitu
Masing-masing dari kita menyebutkan nama
Tidak ada yang spesial…tidak ada yang istimewa…
Membiarkan hari-hari berlari di sisiku
Tanpa kusadari setiap ada aku pasti ada kamu
Ketika aku sedih dan menangis kamu menyediakan bahu bahkan sesekali kamu pun ikut menangis
Ketika aku bahagia dan tertawa kamu mengangguk dan tesenyum padaku serta ikut larut canda bersama
Dan ketika aku jatuh dan seisi dunia tidak bersahabat denganku, kamu hanya menggenggam tanganku
Tapi, aku tahu itu caramu menyalurkan kekuatanmu untukku
Sahabat, bahkan aku tidak ingat kapan kita berikrar menjadi sahabat?
Karena menjadi seorang sahabat tidak perlu kata-kata
Menjadi seorang sahabat tidak perlu harta benda
Cinta, kesabaran, dan segudang maaf itu kuncinya…
Terima kasih sahabat…
Mungkin kamu adalah saudara perempuan yang Tuhan lupa berikan untukku…
Permanent link to this post (136 words, estimated 33 secs reading time)
Posted in Fiksi on Maret 30th, 2007 No Comments »
Sekian detik, menit, jam telah berlalu. Namun sekian detik, menit, dan sekian jam pula semuanya tak bergerak dari hadapanku. Kursi-kursi, meja-meja serta semuanya tetap seperti sediakala. Angin pun seolah tak beranjak. Tenang seolah hari ini tetap diam di sini.
Begitupun aku, tetap diam bahkan mematung laksan pemikir. Kenapa dengan hari ini ?
Posted in Jeritan on Maret 30th, 2007 2 Comments »
Tak bisa kuketahui dengan pasti. apa sebenarnya hal hebat yg telah kau beri padaku, hingga begitu sulit kurasa untuk benar2 lepas dari bayang-bayangmu
This is a preview of
Apa yang Sebenarnya Telah Kau Beri????????????
.
Read the full post (316 words, estimated 1:16 mins reading time)
Alam terhampar luas di atas dunia
Hingga semua makhluk bisa merasakan
Segala kekayaan yang ada di dalamnya
Tanah hutan gunung laut serta udara
Memberi kehidupan yang sangat berguna
Kekayaan alam tak habis dimakan waktu
Alam bukti kuasa-Nya
Yang besar tiada tara
Alam bukti kuasa-Nya
Di seluruh jagat raya
Semua makhluk dapat hidup tanpa ragu
Karena alam memberikan karunia
Karunia selalu datang tanpa kenal jemu
Permanent link to this post (65 words, estimated 16 secs reading time)
Posted in Puisi on Maret 29th, 2007 No Comments »
Pengertian tentang “perpisahan”
Aku hanya mendengarkan
Tapi, tak bisa mengerti
Dan rasanya aku pun tak mau mengerti
Kenapa..harus ada perpisahan
Kenapa harus berpisah..
Sesaat aku merasa ikhlas
Ketika melihatnya tak berdaya
Atau melihatya beagitu nyeri
Ingin rasanya ia terbebas dari segala yang menyakitkan
Aku pasrahkan ia padaMu
Tapi, aku merasa tidak siap
Aku masih sangat membutuhkannya
Mengarungi kehidupan yang belum banyak aku tahu
Yang mengingatkanku disaat aku lengah
Yang menghiburku disaat aku putus asa
Dalam dekap hangatnya
Aku merasa nyaman….
Permanent link to this post (81 words, estimated 19 secs reading time)
Posted in Cerpen on Maret 28th, 2007 5 Comments »
Aku kan sudah bilang, kalau bulan madu tuh jangan ke pantai. Berisik dan bikin masuk angin. Gerutu Baby tajam. Jangan marah gitu dong Babz, malu nih di lihat orang lain. Jawabku berusaha menenangkan Baby yang sejak tadi menggerutu tiada henti. Yang malu tuh aku tahu. Kamu lihat sendiri kan apa yang mereka lakukan pada kita? ujar Baby sembari menunjuk ke arah pengunjung pantai yang sedari tadi tengah berjemur. Apa? aku tidak melihat ada yang aneh dengan mereka? tanyaku dengan nada sedikit kesal. Kesabaranku sedikit demi sedikit mulai terkikis karena sikap Baby tidak bisa berhenti cemburu.
Posted in Puisi on Maret 28th, 2007 1 Comment »
Teman, mari kita renungkan
Bumi kita, bumi Indonesia tercinta
Bumi yang kaya akan layanan alam
Yang menjadi sumber-sumber kehidupan
Masyarakat kita, Indonesia
Teman, marilah kita lihat
Marilah kita bersama-sama mendengar
Dan merasakan
Rakyat lapar dan melarat
Negara kesepian tak punya teman untuk
Berutang tanpa ancaman