Surat Pendek Buat Shinta
Posted in Teruntuk on Februari 20th, 2007 2 Comments »
Salam Kecup Rona rekah Bibirmu,-
Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Teruntuk on Februari 20th, 2007 2 Comments »
Salam Kecup Rona rekah Bibirmu,-
Posted in Cerpen, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Kerinduan dan kenangan on Februari 20th, 2007 No Comments »
Januari 1974
Anahita sayang, masihkah teringat di dalam ingatanmu tentang kejadian 4 tahun yang lalu? Saat itu kau bertanya padaku ” apakah cinta sejati itu benar-benar ada dan apakah uang bisa membeli segalanya?” .Saat itu aku dengan lantang menjawab TIDAK. Ku jawab pertanyaanmu dengan senyum sinis dan ejekan. Lalu ku katakan padamu bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih penting dari harta dan kekuasaan. Hanya dengan uanglah kau bisa mendapatkan kebahagiaan yang terkira, hanya dengan uanglah kau bisa membeli cinta.
Posted in Puisi on Februari 20th, 2007 No Comments »
jingkat-menjingkat bumi yang basah
terguyur rintikan hujan yang kecil
mengalir…
memasuki dalamnya hati yang tergelincir
meringis…
aduh sakit nian tubuh mungilku
mengadu dan meminta kepastian
air mungil masih menjuntai
mengarak jauh ke punduk rindu
mengombang-ambing otak yang cetek
jauh…
Posted in Asa, Teruntuk on Februari 19th, 2007 1 Comment »
buat seseorang yang pernah hadir dihidupku
5 februari…….
masih ingat ngak ama tanggal ini. tanggal yang memiliki arti khusus buat kita. dihari itu kita berusaha meruntuhkan tembok2 perbedaan antara kita demi satu rasa…bersama kita perbaiki perahu kita yang tlah beberapa x kandas. kita berdua sama2 tau kalo itu adalah kesempatan terkhir yang kita punya. krn satu alasan, karna kita sama2 masih sangat saling menyayangi. Dengan hati2 kita mulai berlayar. saat itu aku sungguh berharap tak ada lagi badai yang mampu memporak-porandakan perahu kita. dan aku tahu dirimu pun merasa yang sama
Posted in Puisi, Asa on Februari 19th, 2007 1 Comment »
Di mana kau detik ini..aku lelah mencari
Maka kuputuskan hanya berdiri menunggu
Kulawan gertakan hari
Maka aku mulai mati terhadapmu
Rasa sakit itu melunturkan pekanya hati
Dan aku tak lagi bisa merasa
Apa itu..aku sungguh tak mengerti
Akankah diri ini dapat jawaban dari semua
Posted in Intermezzo on Februari 19th, 2007 No Comments »
“Orang Kecil berebut Nasi.
Tak dapat nasi,
Orang kecil mati!
Karena nasi dipolitisi Petinggi.”
Jakarta, 31 Januari 2007
Posted in Puisi on Februari 18th, 2007 No Comments »
sayup terdengar insan berteriak
lantang…
mematikan insan yang trbuai
terbujur sarung-sarung kumuh
perih…
hidup tak pernah berhenti
oh… kiamat dunia menghampiri
tiba ke dasar jiwa yang layu
seutas benang yang diikat
terlepas… lalu putus
merobek hati
terluka dalam, memilukan rongga
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat on Februari 18th, 2007 No Comments »
Y.T.C Shinta mauli
di bawah langit mendung,
kau dan aku duduk bercanda memetik gerimis
sepasang angsa beradu bibir di tengah kolam,
menari, terus beriakan air yang tenang.
angin berhembus, pinggir kolam sejuk menerang
tapi terasa hati, antara pohon beri ritme romantis
suasana jadi panas berapi.
Posted in Cerpen, Cinta, Keluarga dan Sahabat on Februari 18th, 2007 25 Comments »
Saat pertama kali aku melihatnya, aku sudah terpesona dengannya. Postur tubuhnya tinggi, kulitnya putih dan wajahnya yang tampan membuatku ingin kenal lebih dekat dengannya. Dia adik kelasku, namanya Bima. Saat itu aku hanya kagum tapi tidak sedikitpun aku punya perasaan apa-apa padanya. Aku hanya menganggapnya sebagai adik meskipun aku tidak tahu bagaimana sebenarnya perasaannya padaku. Karena dia tidak memanggilku dengan sebutan kakak melainkan langsung sebut namaku. Hal itu tidak jadi masalah buatku, mungkin dia tidak ingin usia menjadi pembatas bagi persahabatan kami.
Posted in Puisi, Asa on Februari 17th, 2007 No Comments »
malam - malam kulalui bersamamu
ada rasa damai menyertaiku
hari- hari tanpamu
ada rasa rindu didiriku
bintang…
mengapa kau teramat memukau
terpancar disetiap cahaya dan keelokanmu
bintang…
kini waktu semakin beranjak
yang akan mengakhiri pertemuan kita
tanpa ada percakapan diantara kita