KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Selamat Jalan Teman

Waktu itu jam 9 malam. “wan” terdengar teguran dari arah belakang iwan. 2 orang anak muda sedang menuju arah iwan. Hery dan Toto. Mereka barusan keliling areal perumahan, itu memang pekerjaan mereka. “ jaga malam”. Setiap malam mereka bertugas jaga komplek.

Kedua lelaki yang baru datang itu duduk disamping iwan sambil memperhatikan disekelilingnya.

“Dah lama nyampe” tanya hery.

“Setengah jam lebih” jawab iwan.

“Ada rokok kalian”. Lanjut iwan.

“Ada” jawab toto sambil mengeluarkan bungkus rokok dari kantongnya.

Ketika anak muda itu terlibat percakan yang cukup lama, hingga waktu tak terasa sudah jam 12 malam.

“Jam berapa sekarang?” tanya iwan.

“udah jam 12 nih” jawab hery

“yo keliling lagi kita” kata toto sambil bergegas dari tempat duduknya.

Ketiga anak muda itu kemudian bergerak keliling komplek. Ditangan mereka masing – masing memegang pentongan yang terbuat dari karet. Sesudah merasa aman, mereka kembali kepos jaga mereka. Saat itu juga Toto mengeluarkan sebuah bungkusan dari kantongnya. Dibungkus dengan kertas putih. Iwan memperhatikan bungkusan itu. Didalam bungkusan itu ada seperti tembakau.

“apa itu to” tanya iwan. Sepertinya iwan tidak mengenali isi dalam bungkusan itu.

“hmmm, gak tau ya” toto balik bertanya.

“gak, itu ganja ya” iwan menebak

“udah diam aja lah” hery sedikit membentak. Sepertinya dia kesal dengan iwan yang masih lugu itu.

Toto meletakkan bungkusan itu dikursi. Hery dan Toto mengeluarkan isi bungkusan itu. Ditangan mereka sudah ada peper –pembungkus tembakau – yang dari tadi sudah dipersiapkan Hery. Hery dan toto kemudian menggulung ganja tadi kedalam peper mirip seperti sebatang rokok.

Toto dan Hery kemudian menyalakan lintingan yang sudah selesai digulung itu dan menghisapnya. Terlihat kedua anak muda itu sangat menikmatinya. Iwan hanya memperhatikan kedua orang yang ada disampingnya itu.

“gimana rasanya, enak yah” tanya Iwan ingin tahu.

“hahahahahahahaaaaahkkh” kedua orang yang ditanya iwan itu membalasnya dengan tawaan.

“jelas enak lah” jawab Hery

“kalo gak enak ngapain kita hisap”Toto menyambung.

“mau gak, jangan cuman tanya aja. Coba aja dulu”.

Hery kemudian melinting ganja itu kemudian diserahkan pada Iwan.

“nih pakai aja” Hery menyerahkan ganja yang sudah dilinting itu.

“gak. Gak usah lah. Aku belum pernah ngisap itu” Iwan menolak.

“udah gak apa-apa, enak kok”

“isap ajalah gak apa-apa itu, gak usah takutlah” Toto ikut membujuk.

“enaknya giamana” Iwan tanya lagi.

“udah isap” jawab mereka berdua.

Dengan bujukan dan rasa ingin tahu, akhirnya Iwan pun menghisap ganja itu. Ganja itu dihisap perlahan dan dalam-dalam.

“mmmmmm” terdengar dari mulut Iwan. Mungkin biusnya sudah naik kekepala.

“gimana enakkan” tanya kedua orang itu. Iwan diam saja sambil menikmati ganjanya. Perlahan kepala Iwan terasa pusing, darahnya terasa naik keubun-ubun. Jantungnya berdetak kencang seperti mau copot dari dalam tubuhnya. Iwan menggigil kedinginan. Iwan takut. Takut tiba-tiba ia mati, mati saat menghisap barang haram itu. Rasa takutnya makin tinggi.

“tobat, tobat, tobat, tobat” Iwan berkata dalam pikirannya.

“tak ada gunanya” lanjutnya dalam hati.

Hery dan Toto tidak berhenti disitu saja, mereka kemudian menghisap shabu-shabu. Keduanya menawarkan pada Iwan, namun menolak. Ganja aja sudah begini apalagi masuk shabu-shabu. Aduh gak lah, cukup sekali ini sajalah pikir Iwan.

Hery dan Toto menikmati barang haram itu. Tapi tiba-tiba Iwan terkejut. Dari mulut Hery dan Toto keluar buih. Iwan terdiam kebingungan. Ia bertanya-tanya dalam hatinya. Apakah memang begini kalau menghisap Shabu-Shabu. Iwan terdiam dalam kebingungannya sambil memperhatikan kedua kawannya yang terus mengeluarkan buih dari dalam mulut kedua temannya itu.

“bagaimana ini, apa yang harus kulakukan”. Iwan tidak tahu harus berbuat apa-apa.

Iwan ketakutan. Kenapa bisa begini. “Aku harus mencari bantuan, biar bagaimanapun mungkin kedua kawanku ini mungkin butuh bantuan sepertinya merekan sangat menderita. Ya aku harus caribantuan”. Gumam Iwan dalam hatinya setelah ia prihatin dengan kedua temannya itu. Iwan berlari mencari orang. Berlari sambil ketakutan. Berlari seperti dikejar seekor anjing galak yang siap memangsa target. Iwan menghampiri seorang supir taksi yang tidak jauh dari tempat mereka. Iwan menceritakan kejadiannya.

“Over Dosis” itu yang terdengar dari mulut supir taksi itu.

“apa itu Over Dosis”

“Over Dosis ya kelebihan dosis, bisa menyebabkan kematian”

“trus gimana ini Bang” tanya Iwan ketakutan. Apalagi setelah mengetahui Over Dosis itu. Apa kedua kawanku itu akan mati, oh tidak jangan sampai mereka mati. Iwan bertambah takut. Takut yang sangat berlebihan.

“ayo kita antar mereka kerumah sakit” jawab supir taksi itu. Mereka bergegas berangkat ketempat dimana Hery dan Toto tergelatak ditanah. Iwan dan supir itu mengankat Hery dan Toto kedalam taksi kemudian taksi itu melaju kencang kerumah sakit terdekat. Didalam taksi Iwan memperhatikan kedua temannya yang sedang menderita dan merenyang kesakitan yang dalam. “oh teman maafkan aku”. Iwan melihat mulut kedua temannya yang masih berbuih sambil berpikir dan bertanya – tanya dalam hatinya.

Apa mereka kesakitan, apa yang sedang mereka rasakan saat ini, apa pikiran waras mereka masih ada, ataukah mereka sedang menikmati indahnya kenikmatan sesaat itu, atau mungkin batin mereka menjerit tersiksa timbul penyesalan didalam hati mereka ingin jadi manusia biasa saja tanpa ada pengaruh Narkoba dalam hidup mereka. Tapi mereka tidak bisa lepas dari barang haram itu.

Sesampainya dirumah sakit, kedua teman Iwan itu sudah tak bernyawa lagi.Hery dan Toto meninggal dunia akibat Over Dosis. Iwan terdiam seribu bahasa. “Kawan maafkan aku atas kebodohanku, maafkan aku. Aku sangat menyesal. Seandainya aku cepat membawa kalian kerumah sakit, mungkin kalian masih ada waktu untuk bertobat”.

Semuanya sudah terlambat, Hery dan Toto sudah tidak bernyawa lagi. Mungkin ini jadi pelajaran bagi Iwan untuk tidak mencoba lagi NARKOBA. Selamat jalan Teman semoga mimpi kalian indah. Nikmatilah dunia fana yang ada disana, bernyanyilah, nyanyikanlah lagu – lagu fana yang bisa membuat kalian bahagia. Selama Jalan Teman.

Tinggalkan Komentar