Anak Jalanan
Februari 26th, 2007 by ocie
kegelapan malam adalah atapnya
udara dingin adalah selimutnya
dengan lelap dia tertidur
alunan nafasnya bak gamelan jawa
tenang dan pelan
dengan perut yang lapar dia mampu tertidur lelap
mengumpulkan kekuatan untuk hari esok yg berat
ditengah matahari yang terik
dia berkeliling
tak peduli tatapan jijik
umpatan memaki
dengan suara yg sengau
dia mencoba menghibur
mata-mata yg masih punya belas kasih
setiap hari terus dia coba jalani sebatang kara
kekerasan adalah keluarganya
hinaan & makian adalah sahabatnya
perih dan luka adalah makanan sehari2
tubuhnya luka2
oleh tangan2 yg tak bertanggung jawab
kulitnya penuh koreng
dia dipanggil “anak jalanan”
wah..kata -katanya dalem bgt…andaikan saja de bisa spt tu……………………………..bisa gha yach??????
Ocie gue salut ma puisi lo. oya gue rencananya mau buat film indie tentang anak jalanan gue boleh ga pake puisi lo buat lip sing gue. boleh ga kalo boleh sms gue ke 03177687319
makasi ya aq salut karna uda buat puisi ttg anak jalanan coz aq juga anak jalanan
Semua Tulisan Tidaklah Sama Dengan Kenyataan Pernakah Anda Merasakan Lelah ,Letih Yang Kami Alami ???
TTD : Anak Jalanan
puisinya keren abizzzzzzzzzzzzzzzz…
boleh dong yang lebih lagi!!!!
tyuz bisa ga kasih saran dan cara bikin puii yang penuh dengan ungkapan2 dan kiasan………..
salut akan puisinya
ayo sayangi orang yang tak seberuntung kita……!!!
gw salut ma puisi nya ..
tp gw jg da satu puisi nih ttg nak ytim piatu yg sbtg kara ..
kl jlk gpp ya . gw mank lum jago .. bdw, lam knal..
Ia Terdiam . . .
Tapi bukan sekedar terdiam
Ia memendam keinginan dalam diamnya
Ia bertanya dalam kalbu
mengapa tak diberikanNya jalan lain untukku ..
Sulit baginya untuk menyentuh kehidupan lain
Yang ia miliki hanya diselimuti cemas, gelisah, dan ragu
Mereka pun hanya memberi pandangan saja
Tak banyak yang mau berbagi kebahagiaan untuknya
Berilah aku belas kasihan
Aku haus akan kasih sang Ibunda
Mungkin itulah isi ratapannya
Pilu rasa hatiku
Melihatnya menahan rintihan air mata
Berilah aku belas kasihan
Aku haus akan kasih sang Ibunda
Mungkin itulah isi ratapannya
Pilu rasa hatiku
Melihatnya menahan rintihan air mata
Kasihan dia
Setiap malam tubuhnya terbujur lemas
Dan terbasuh kedinginan
Masihkah ada yang perduli padanya ?
seorang anak yatim piatu
Hidup ditengah kekerasan dan tajamnya dunia
Sungguh malang nasibnya . .
Betapa sepi isi hatinya
Mungkinkah saat akhir hidupnya datang
Mereka tetap hanya memandang hampa. . .?