KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Anak Jalanan

kegelapan malam adalah atapnya
udara dingin adalah selimutnya
dengan lelap dia tertidur
alunan nafasnya bak gamelan jawa
tenang dan pelan
dengan perut yang lapar dia mampu tertidur lelap
mengumpulkan kekuatan untuk hari esok yg berat

ditengah matahari yang terik
dia berkeliling
tak peduli tatapan jijik
umpatan memaki
dengan suara yg sengau
dia mencoba menghibur
mata-mata yg masih punya belas kasih

setiap hari terus dia coba jalani sebatang kara
kekerasan adalah keluarganya
hinaan & makian adalah sahabatnya
perih dan luka adalah makanan sehari2

tubuhnya luka2
oleh tangan2 yg tak bertanggung jawab
kulitnya penuh koreng
dia dipanggil “anak jalanan”

7 Responses to “Anak Jalanan”

  1. on 27 May 2007 at 02:35dede

    wah..kata -katanya dalem bgt…andaikan saja de bisa spt tu……………………………..bisa gha yach??????

  2. on 10 Jun 2008 at 20:09robin

    Ocie gue salut ma puisi lo. oya gue rencananya mau buat film indie tentang anak jalanan gue boleh ga pake puisi lo buat lip sing gue. boleh ga kalo boleh sms gue ke 03177687319

  3. on 28 Dec 2008 at 10:28arlita

    makasi ya aq salut karna uda buat puisi ttg anak jalanan coz aq juga anak jalanan

  4. on 05 Feb 2009 at 15:28gatot

    Semua Tulisan Tidaklah Sama Dengan Kenyataan Pernakah Anda Merasakan Lelah ,Letih Yang Kami Alami ???
    TTD : Anak Jalanan

  5. on 27 Mar 2009 at 09:32Nurril Rahmadani

    puisinya keren abizzzzzzzzzzzzzzzz…

    boleh dong yang lebih lagi!!!!

    tyuz bisa ga kasih saran dan cara bikin puii yang penuh dengan ungkapan2 dan kiasan………..

  6. on 27 Mar 2009 at 15:45sha_odh

    salut akan puisinya
    ayo sayangi orang yang tak seberuntung kita……!!!

  7. on 01 Apr 2009 at 19:32shinta

    gw salut ma puisi nya ..
    tp gw jg da satu puisi nih ttg nak ytim piatu yg sbtg kara ..
    kl jlk gpp ya . gw mank lum jago .. bdw, lam knal.. :D

    Ia Terdiam . . .
    Tapi bukan sekedar terdiam
    Ia memendam keinginan dalam diamnya
    Ia bertanya dalam kalbu
    mengapa tak diberikanNya jalan lain untukku ..

    Sulit baginya untuk menyentuh kehidupan lain
    Yang ia miliki hanya diselimuti cemas, gelisah, dan ragu
    Mereka pun hanya memberi pandangan saja
    Tak banyak yang mau berbagi kebahagiaan untuknya

    Berilah aku belas kasihan
    Aku haus akan kasih sang Ibunda
    Mungkin itulah isi ratapannya
    Pilu rasa hatiku
    Melihatnya menahan rintihan air mata

    Berilah aku belas kasihan
    Aku haus akan kasih sang Ibunda
    Mungkin itulah isi ratapannya
    Pilu rasa hatiku
    Melihatnya menahan rintihan air mata

    Kasihan dia
    Setiap malam tubuhnya terbujur lemas
    Dan terbasuh kedinginan
    Masihkah ada yang perduli padanya ?
    seorang anak yatim piatu
    Hidup ditengah kekerasan dan tajamnya dunia

    Sungguh malang nasibnya . .
    Betapa sepi isi hatinya
    Mungkinkah saat akhir hidupnya datang
    Mereka tetap hanya memandang hampa. . .?

Tinggalkan Komentar