Senda Gerimis
Februari 18th, 2007 by king
Y.T.C Shinta mauli
di bawah langit mendung,
kau dan aku duduk bercanda memetik gerimis
sepasang angsa beradu bibir di tengah kolam,
menari, terus beriakan air yang tenang.
angin berhembus, pinggir kolam sejuk menerang
tapi terasa hati, antara pohon beri ritme romantis
suasana jadi panas berapi.
Belum juga ku dekap butiran sejuk nafas gerimis,
di dalam segala rasa yang menggebu, semua waktu beri jalan.
kusekap saja senyum dan tawamu dalam peluk yang erat,
serentak kau menghangati diri, diam di kedalaman sana.
menyuling sepi-sepi jiwa mencari arti tulus di rebah dada.
buat kau! sedang rebah didada,
antara langit yang membentang
sudah terang jalan-jalan asmara dalam darah
sudah membentuk putik bunga suci dan jernih
TULUS !
Merintik di gerimis tenang yang turun,
mereksmi di udara yang sejuk dan tenang.
maka dari itu cintaku, dari kau darah hidupku
mari berjalan di tanah-tanah jiwa-jiwa alam
mari berpeluk seperti langit memeluk bumi
jangan kau kata aku tak rayut di jiwamu
kau darah dari hidupku,
berilah semburan kecup semangat di hidupku.
aking 19.00 WIB
feb 2007 Muncul