KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

sebilah pedang hati

menyayat perih lukaku yang lama terpendam

kadang tatapan durjana

membumbui kencangnya jeritan jiwa

menyiksaku, menguburku

membuatku terhina dalam

dengan kelumpuhan aura tubuh

yang menggelapkan relung langkah hidupku

.

lalu ada sebilah pedang hati yang lain

melumuri jiwa dengan tinta emas

yang bercawan perak

mengambil sepeluh noda yang menguras

disucikan, diciumi dan disayangi

hingga langit dan bumi pun tersenyum

menghangatkan…

.

Jakarta, 2007

Tinggalkan Komentar