Sebilah Pedang Hati
Februari 8th, 2007 by Rohadi Ahmad Zuwaily
sebilah pedang hati
menyayat perih lukaku yang lama terpendam
kadang tatapan durjana
membumbui kencangnya jeritan jiwa
menyiksaku, menguburku
membuatku terhina dalam
dengan kelumpuhan aura tubuh
yang menggelapkan relung langkah hidupku
.
lalu ada sebilah pedang hati yang lain
melumuri jiwa dengan tinta emas
yang bercawan perak
mengambil sepeluh noda yang menguras
disucikan, diciumi dan disayangi
hingga langit dan bumi pun tersenyum
menghangatkan…
.
Jakarta, 2007