Aku Hanya Diam dan Tak Terasa Air Mata Mengalir di Pipi Ini
Februari 7th, 2007 by Aulia Alfahmy
SI PRIA
“Maaf teman, sebenarnya aku belum pulih benar dari sakit ini. Mungkin aku sudah tertawa-tawa, tersenyum bahkan bertindak konyol, tapi perih itu masih ada”. Akhirnya aku mengakui pada salah seorang sahabatku. Dia hanya diam dan terus mengangguk.
Perih yang muncul karena orang itu. Perih karena harus mencintai tapi harus dianggap sebagai seorang biasa olehnya. Aku tidak tahu juga, kenapa harus cinta kepadanya. Yang jelas satu, cinta ini bertepuk sebelah tangan.
Sebenarnya aku juga belum pula mengungkapkan perasaan cinta ini. Selama ini aku hanya diam. Walau terkadang bahkan sering di dekat dia. Yang kulakukan hanya tersenyum dan menatap matanya.
“Kamu saja yang bodoh! Belum mengungkapkan perasaanmu. Siapa tahu sebenarnya dia juga suka kamu. Dia kan perempuan, nggak mungkinlah ngomong duluan”. Sahabatku yang tadi angkat bicara.
Alah! Temanku cuma mau buat aku ke-ge’er-an. Nggak mungkinlah dia suka sama aku. Banyak kok tanda-tandanya. Apalagi dulu temanku di kampus dulu pernah bilang kalo dia tuh kelihatannya lagi suka sama seseorang, yang jelas bukan sama aku. Yah…sebut aja mr. X, aku juga check kok! Waktu dia di deket mr. X sikapnya gimana gitu…aku perhatikan itu kok.
Lebih-lebih waktu aku tahu di sudah berkali-kali dilamar orang, di tolak semua! Alasannya, “Aku menunggu lamaran seseorang yang sebenarnya aku cintai…”.Yah mungkin mr. X itu. Busyet!! Padahal pas aku periksa orang-orang yang ngelamar dia, wah… background nya bagus-bagus semua. Ada yang anaknya kyai terkenal, ada yang lulusan Harvard, Al-Azhar. Gila dech!
Aku yang kayak gini! mau dibandingin ama Mr.X dan mereka-mereka yang ngelamar dia, ke laut aja kali!
Setelah lulus kuliah pun dia jarang kontak sama aku. Paling-paling cuma lebaran. Terakhir kontak waktu dia ngirim undangan pernikahan. Glerrr!! Aku sempat nggak tidur 2 hari 1 malam tuh. Akhirnya juga aku nggak datang. Gak kuat!! Andai saja dia sabar satu tahun lagi, mungkin aku sudah melamarnya duluan.
Dengan sedikit nelangsa, kutempelkan stiker yang tertulis namanya di atas undangan pernikahanku. Mata sendu ini tertuju pada nama seseorang yang sampai sekarang aku masih cintai. Dan sebenarnya aku berharap dia juga punya perasaan sama terhadapku.
Kuserahkan undangan itu pada temanku. “Bawa ya ke kantor pos, jangan sampai hilang!”, perintahku.
Temanku meraih undangan itu, lalu pergi. Tapi baru 3 langkah ia berlalu, badannya berbalik dan berkata, “Sudah lupakan dia…pikirkan saja pernikahanmu yang 2 minggu lagi, pikirkan calon istrimu, jangan sampai dia hanya menjadi tempat pelarianmu…!”. Setelah bicara seperti itu akhirnya temanku benar-benar pergi.
Aku hanya diam dan takterasa airmata mengalir di pipi ini.
SI WANITA
Sambil menggendong anakku yang masih bayi, kuremas undangan itu hingga hancur, ku lempar entah kemana. Dan akhirnya aku sadar bahwa selama ini aku hanya mengharapkan sesuatu yang hampa. Bahwa dia sama sekali tidak mencintaiku. Bahwa aku yang bodoh!
Undangan itu buktinya. Kurang dari dua minngu lagi ia menikah! Menikah sama Miss. X, aku nggak percaya kalo akhirnya dia memilih Miss. X, yang juga temanku dulu semasa kuliah.
Dalam hati masih terbersit satu harapan, semoga ia mengacaukan akad nikahku. Aku berkhayal seperti yang ada di film-film. Padahal sudah aku kirim dia undangan, tapi toh dia tidak datang. Waktu itu aku benar-benar menangis karena hancurnya harapanku. Bodohnya aku! Mencoba meniru-niru film ke dalam dunia nyata.
Pantasan semasa kuliah dingin-dingin saja di depanku. Sudah aku coba buat dia cemburu, yaitu dengan bertingkah sok manja sama cowok lain (mr. X) di depan dia, Tapi dia tetap santai dan nggak marah. Ternyata dia memang nggak pernah ada perasaan sama aku.
Aku juga perah cerita ama dia kalo aku udah dilamar oleh orang lain dan aku tolak semua. Alasanya kalo aku menunggu lamaran seseroang yang benar-benar aku cintai. Apa coba jawabnya? singkat, “Oooh…ia..ia aku ngerti sekarang!”, ngerti apanya!! dia nggak pernah ngerti kalo orang yang aku maskud adalah dia. Padahal selama ini aku yakin kalau selama ini dia juga punya perasaan sama aku
Bodohnya, lulus kuliah aku masih saja menunggunya. Aku coba positive thinking selama ini, kalo alasan dia selama ini untuk diam karena menunggu penghidupan yang layak dulu baru menikah dan dia nggak suka model-model orang pacaran. Ya…aku tunggu itu, tapi tahun demi tahun berlalu, dia masih diam, kontak kami cuma pas lebaran. Aku sebenarnya sih masih sabar menunggu, tapi orang tuaku memaksaku untuk segera menikah. Apa daya aku tak kuasa menolak amanat mereka. Akhirnya aku dijodohkan. Walau sebenarnya aku tidak pernah mau.
Kupandangi mata anakku, yang kuberi nama persis seperti dia, tidurnya pulas. Dalam hatiku berkata, ”Sudah lupakan dia…pikirkan suamimu yang selama ini menafakahimu, pikirkan anakmu, jangan sampai mereka hanya menjadi tempat pelarianmu…!”.
Aku hanya diam dan takterasa airmata mengalir di pipi ini.
***
Dua puluh lima tahun kemudian, ketika si pria dan wanita di atas telah meninggal dunia. Anak Si Wanita, seorang laki-laki yang bernama Rachman, dan anak dari Si Pria, seorang perempuan bernama Aulia, mereka bertemu di universitas yang sama seperti orang tua mereka, dan mereka saling jatuh cinta. Akhirnya mereka pun menikah dan melahirkan seorang anak yang bernama Alfahmy. Anak itulah yang kelak menjadi pemimpin negara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan, menuju Indonesia yang adil dan makmur. Sampai sekarang Rachman dan Aulia tidak pernah tahu kisah cinta yang rumit di antara kedua orang tua mereka, kisah cinta Si Pria dan Si Wanita.
***
He…he…komen sendiri…kolom kita kok sepi2 aja ya…
Bagus…………………………………
ada ga ya dialam nyata kejadian beneran begini?
kisah cinta yg ga bisa bersatu, tapi cinta anak2nya yang nyatu.
sediiiiiiiiiiiiiiiiihhhh (hiks….hiks…) dan Bagus
Haodehhhh, aQuwh suka ceritanya.. ^^, maunya Lebiiihhh panjang Lagiiii… cerita keLanjutan anak mereka gitu..
Buat PenuLis, ^^ makasih bgt..
Nih cerita bs bkin gw menheLa nafas panjaaaaanngg.. hue182..
Tapi buat penuLisnya, kLo boLeH aQuwh saranin, penggalan kaLimat “Anak itulah yang kelak menjadi pemimpin negara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan, menuju Indonesia yang adil dan makmur”-nya itu dihapus (aLasan saya kurang menyambung dengan jalannya cerita).. pasti bakaLan jadi TOP dehh.. ^^,,
Tapi kLo saran aQwuh ba berkenan jangan diambiL hati yah ,maap bgt ^^, ditoLak mentah2 ajah gpp, its okay koQ, ^^ huehueheu182.. Tapi waLau bagaimanapun ceritanya baguz bgt.. bikin aQuwh terhaRu.. T.T huhuhuhu182..
Sukses seLaLu bwt pnuLisnya..
bagus buanget……… kar’na itulah hidup.
bagus..tapi terlalu singkat
coba kalo lebih panjang …tapi ini udah bagus buat gw
ada sisi penarik nya…
dan ada makna bila cinta jangan pernah di sembunyikan
thank’s buat penulis
oh ya…dari mana kau punya ide seperti ini hai si penulis…..
tau tidak ini adalah kisah hidupku meski hanya sebagian tapi ku tak berharap aku dan dia tak bisa bersatu semoga saat hari pernikahan tiba nanti ia datang bukan untuk mengacaukan pernikahan tapi datang sebagai mempelai pujaan…….hmmmmm doain ya sodara sodara…………….
salam kenal
rasa pengen nangis, soalnya cerita mirip banget dengan apa yang lagi aq alami
tapi beruntung nya aq wanita yang aq sayang belom nikah
entahla mungkin tuhan masih ngasih kesempatan sama aq
karena cerita ini aq jadi sadar, kalo cinta tu tidak hanya diam
kalo nggak di coba sapa tau???
yaaa memang cinta tak hanya diam dan kalo tak ada yang memulai kita hanya akan hidup dalam suatu pengandaian…. hidup akan selalu dilingkupi dengan kata “mungkin dan mungkin”
dulu dedek pernah berfikir untuk mendapatkan cinta itu merupakan suatu hal jauh dan tindak mungkin ku gapai tapi “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dan tak ada yang pasti” dari hal itu berusaha untuk menyakinkan diri kalau untuk mendapatkan yang terbaik itu tidaklah gampang
ayoo hanzz semangattt
btw kok sama c… ma kisah cintaku.sumpe deh.cuma bedanya kisahku belum ending.dia,orang yang aku cintai,sepertinya ga suka ma aku.tapi aku ga nanya dan ga kan pernah nanya apa dia juga ada rasa ma aku coz aku cewe.soalnya kayaknya dia lebih deket ma seseorang dan dia bukan aku.Oh,aku terharu banget.thank ya buat penulisnya yang dah bikin cerita seindah ini.
“perih karena harus mencintai tapi harus dianggap sebagai seorang biasa olehnya”….gw bgt tuk saat ini, tapi ane harap perjalanan na ga sampe sejauh cerita ini. ya mudah2an aj dia bisa ngeliat ane sebagai orang yang luar biasa, sebelum mamiqu segera menghadirkan jodoh yang baru lg tukku,jd curhat.. hehe, ceritanya bagus….tapi yang ini….> “Anak itulah yang kelak menjadi pemimpin negara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan, menuju Indonesia yang adil dan makmur” dihilangkan, ga nyambung sama pendapt ane seperti 4nal….
Wah…aku lama nggak buka kolom kita, ternyata yang komen cerpen ni sudah lumyan juga…Thks untuk semua masukannya
Terima kasih atas semua saran dan kritik teman-teman kolomkita terhadaa cerpen “yang terlalu pendek” ini. jujur saya sangat senang mendapatkan komentar sebanyak ini!!
mirip kisah gue nich….he.he..he…ngga sempat di ungkapin…
bah….
bikin crita pake nama ndiri…
pngalaman pribadi kah???
oke…………….
keren ceritanya…
susah ya
klo ngomong duluan gengsi
tapi klo didiemin……
gx akan ksampean nich cintanya…
CeRiTaNya Ba9uS bAn9eT ^ ^,,
ciNtA tU mAn9 tErKaDaNg MeNyAkiTkAn YuPs, KaLa CnTa BeRpiHaK PaDa Qta Mka CiNtA pUn AkAn TeRaSa iNdAh TaPi JiKa TiDaK MaKa PeRih Lah YaNg AkAn QtA rAsA .. Hiks .. Hiks .. Hiks …
SediH BaNgeT sAmPe AiR mAtA Qw Ju9a Jadi iKuT mEnEteS ..
BuAt PuNuliS sUkSeS YaH n kLo BiSa TuliSin ceriTA TenTaNg Qw DwOn9 …..
ThAnKs YuPz
n_n
TOP lah……………………………..
qRa2 ada kiSah yg kyK gToE gX???????????????
cEriTanya bAgu$ b9t bQn teRharU n bQn aQ jd mQn terpuRuk mengingat kiSAhku yg ga beda jAuh. aq gA perNAh ju2r ma dia mpe aKhRnya aQ nikAh n tW klo slm ini diA jg ciNta aQ. yg heran knp dia blm nikAh y???
Ok, terima kasih atas semua komennnya terhadap cerpen ini…aku jadi terharu karena nggka nyangka yang komen bakal sebanyak ini
walah, walah… baca 2 bab awalnya, it’s okey, bahkan terbersit, duh, jangan sampe gw kaya gitu…. tapi koq endingnya narcis bgt yach??? ga tau lah, but it’s quite nice for the publish paper one… chayo bro! lagi donk
oh ilang koment nya… yo wes, sek jelas apik, tapi endingnya narcis. over all, scornya 2,75 dari skala 4,0. key??? ;p
Ok…kayakanya cerpen in sudah muali nggak dibaca lagi ya…
SanGaT MEngHaRuKaN YaCh CeRPEn muW auLia…
BagUS2 ^^
tWo ThuMbs V
5sh jg kl qt pny pnyakit yg nm na GENGSI,,,,,,
mw dqt slh,, g dqt slh,, senyum slh,, g senyum jg slh,,
kl mnrt q sh,,, buang ja rasa gengsi tu jauh2….
n 1 hl CINTA TU HARUZ DI UNGKAPKAN WALAW PUN AKHIR NYA SAQIT,,, TP AKAN ADA JG YG M’BAHAGYA KAN,,,, REMEBER IT QEY’Zzzzzz!!!!!!!!!!!
hmm… ko namanya mirip yaa sm nama seniorku dikmpus. aulia rahman alfahmy. apa emang iya? hoho
Ladina emang kuliah di Fakultas Ekonomi UGM? Kalau gitu bener…Wow komennya tetap nambah walau 3 bulan sekali!!! he…he…