KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

SI PRIA

“Maaf teman, sebenarnya aku belum pulih benar dari sakit ini. Mungkin aku sudah tertawa-tawa, tersenyum bahkan bertindak konyol, tapi perih itu masih ada”. Akhirnya aku mengakui pada salah seorang sahabatku. Dia hanya diam dan terus mengangguk.

Perih yang muncul karena orang itu. Perih karena harus mencintai tapi harus dianggap sebagai seorang biasa olehnya. Aku tidak tahu juga, kenapa harus cinta kepadanya. Yang jelas satu, cinta ini bertepuk sebelah tangan.

Sebenarnya aku juga belum pula mengungkapkan perasaan cinta ini. Selama ini aku hanya diam. Walau terkadang bahkan sering di dekat dia. Yang kulakukan hanya tersenyum dan menatap matanya.

“Kamu saja yang bodoh! Belum mengungkapkan perasaanmu. Siapa tahu sebenarnya dia juga suka kamu. Dia kan perempuan, nggak mungkinlah ngomong duluan”. Sahabatku yang tadi angkat bicara.

Alah! Temanku cuma mau buat aku ke-ge’er-an. Nggak mungkinlah dia suka sama aku. Banyak kok tanda-tandanya. Apalagi dulu temanku di kampus dulu pernah bilang kalo dia tuh kelihatannya lagi suka sama seseorang, yang jelas bukan sama aku. Yah…sebut aja mr. X, aku juga check kok! Waktu dia di deket mr. X sikapnya gimana gitu…aku perhatikan itu kok.

Lebih-lebih waktu aku tahu di sudah berkali-kali dilamar orang, di tolak semua! Alasannya, “Aku menunggu lamaran seseorang yang sebenarnya aku cintai…”.Yah mungkin mr. X itu. Busyet!! Padahal pas aku periksa orang-orang yang ngelamar dia, wah… background nya bagus-bagus semua. Ada yang anaknya kyai terkenal, ada yang lulusan Harvard, Al-Azhar. Gila dech!

Aku yang kayak gini! mau dibandingin ama Mr.X dan mereka-mereka yang ngelamar dia, ke laut aja kali!

Setelah lulus kuliah pun dia jarang kontak sama aku. Paling-paling cuma lebaran. Terakhir kontak waktu dia ngirim undangan pernikahan. Glerrr!! Aku sempat nggak tidur 2 hari 1 malam tuh. Akhirnya juga aku nggak datang. Gak kuat!! Andai saja dia sabar satu tahun lagi, mungkin aku sudah melamarnya duluan.

Dengan sedikit nelangsa, kutempelkan stiker yang tertulis namanya di atas undangan pernikahanku. Mata sendu ini tertuju pada nama seseorang yang sampai sekarang aku masih cintai. Dan sebenarnya aku berharap dia juga punya perasaan sama terhadapku.

Kuserahkan undangan itu pada temanku. “Bawa ya ke kantor pos, jangan sampai hilang!”, perintahku.

Temanku meraih undangan itu, lalu pergi. Tapi baru 3 langkah ia berlalu, badannya berbalik dan berkata, “Sudah lupakan dia…pikirkan saja pernikahanmu yang 2 minggu lagi, pikirkan calon istrimu, jangan sampai dia hanya menjadi tempat pelarianmu…!”. Setelah bicara seperti itu akhirnya temanku benar-benar pergi.

Aku hanya diam dan takterasa airmata mengalir di pipi ini.

SI WANITA

Sambil menggendong anakku yang masih bayi, kuremas undangan itu hingga hancur, ku lempar entah kemana. Dan akhirnya aku sadar bahwa selama ini aku hanya mengharapkan sesuatu yang hampa. Bahwa dia sama sekali tidak mencintaiku. Bahwa aku yang bodoh!

Undangan itu buktinya. Kurang dari dua minngu lagi ia menikah! Menikah sama Miss. X, aku nggak percaya kalo akhirnya dia memilih Miss. X, yang juga temanku dulu semasa kuliah.

Dalam hati masih terbersit satu harapan, semoga ia mengacaukan akad nikahku. Aku berkhayal seperti yang ada di film-film. Padahal sudah aku kirim dia undangan, tapi toh dia tidak datang. Waktu itu aku benar-benar menangis karena hancurnya harapanku. Bodohnya aku! Mencoba meniru-niru film ke dalam dunia nyata.

Pantasan semasa kuliah dingin-dingin saja di depanku. Sudah aku coba buat dia cemburu, yaitu dengan bertingkah sok manja sama cowok lain (mr. X) di depan dia, Tapi dia tetap santai dan nggak marah. Ternyata dia memang nggak pernah ada perasaan sama aku.

Aku juga perah cerita ama dia kalo aku udah dilamar oleh orang lain dan aku tolak semua. Alasanya kalo aku menunggu lamaran seseroang yang benar-benar aku cintai. Apa coba jawabnya? singkat, “Oooh…ia..ia aku ngerti sekarang!”, ngerti apanya!! dia nggak pernah ngerti kalo orang yang aku maskud adalah dia. Padahal selama ini aku yakin kalau selama ini dia juga punya perasaan sama aku

Bodohnya, lulus kuliah aku masih saja menunggunya. Aku coba positive thinking selama ini, kalo alasan dia selama ini untuk diam karena menunggu penghidupan yang layak dulu baru menikah dan dia nggak suka model-model orang pacaran. Ya…aku tunggu itu, tapi tahun demi tahun berlalu, dia masih diam, kontak kami cuma pas lebaran. Aku sebenarnya sih masih sabar menunggu, tapi orang tuaku memaksaku untuk segera menikah. Apa daya aku tak kuasa menolak amanat mereka. Akhirnya aku dijodohkan. Walau sebenarnya aku tidak pernah mau.

Kupandangi mata anakku, yang kuberi nama persis seperti dia, tidurnya pulas. Dalam hatiku berkata, ”Sudah lupakan dia…pikirkan suamimu yang selama ini menafakahimu, pikirkan anakmu, jangan sampai mereka hanya menjadi tempat pelarianmu…!”.

Aku hanya diam dan takterasa airmata mengalir di pipi ini.

***

Dua puluh lima tahun kemudian, ketika si pria dan wanita di atas telah meninggal dunia. Anak Si Wanita, seorang laki-laki yang bernama Rachman, dan anak dari Si Pria, seorang perempuan bernama Aulia, mereka bertemu di universitas yang sama seperti orang tua mereka, dan mereka saling jatuh cinta. Akhirnya mereka pun menikah dan melahirkan seorang anak yang bernama Alfahmy. Anak itulah yang kelak menjadi pemimpin negara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan, menuju Indonesia yang adil dan makmur. Sampai sekarang Rachman dan Aulia tidak pernah tahu kisah cinta yang rumit di antara kedua orang tua mereka, kisah cinta Si Pria dan Si Wanita.

***

28 Responses to “Aku Hanya Diam dan Tak Terasa Air Mata Mengalir di Pipi Ini”

  1. on 11 Mar 2007 at 03:16Aulia

    He…he…komen sendiri…kolom kita kok sepi2 aja ya…

  2. on 16 Mar 2007 at 14:46Rossa Agusti Amalia

    Bagus…………………………………
    ada ga ya dialam nyata kejadian beneran begini?
    kisah cinta yg ga bisa bersatu, tapi cinta anak2nya yang nyatu.
    sediiiiiiiiiiiiiiiiihhhh (hiks….hiks…) dan Bagus

  3. on 05 Apr 2007 at 18:00naL

    Haodehhhh, aQuwh suka ceritanya.. ^^, maunya Lebiiihhh panjang Lagiiii… cerita keLanjutan anak mereka gitu..

    Buat PenuLis, ^^ makasih bgt..
    Nih cerita bs bkin gw menheLa nafas panjaaaaanngg.. hue182..

  4. on 05 Apr 2007 at 18:21naL

    Tapi buat penuLisnya, kLo boLeH aQuwh saranin, penggalan kaLimat “Anak itulah yang kelak menjadi pemimpin negara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan, menuju Indonesia yang adil dan makmur”-nya itu dihapus (aLasan saya kurang menyambung dengan jalannya cerita).. pasti bakaLan jadi TOP dehh.. ^^,,

    Tapi kLo saran aQwuh ba berkenan jangan diambiL hati yah ,maap bgt ^^, ditoLak mentah2 ajah gpp, its okay koQ, ^^ huehueheu182.. Tapi waLau bagaimanapun ceritanya baguz bgt.. bikin aQuwh terhaRu.. T.T huhuhuhu182..

    Sukses seLaLu bwt pnuLisnya..

  5. on 02 May 2007 at 19:45johanes

    bagus buanget……… kar’na itulah hidup.

  6. on 09 May 2007 at 04:30hendra

    bagus..tapi terlalu singkat
    coba kalo lebih panjang …tapi ini udah bagus buat gw
    ada sisi penarik nya…
    dan ada makna bila cinta jangan pernah di sembunyikan
    thank’s buat penulis

  7. on 14 May 2007 at 11:35harista

    oh ya…dari mana kau punya ide seperti ini hai si penulis…..
    tau tidak ini adalah kisah hidupku meski hanya sebagian tapi ku tak berharap aku dan dia tak bisa bersatu semoga saat hari pernikahan tiba nanti ia datang bukan untuk mengacaukan pernikahan tapi datang sebagai mempelai pujaan…….hmmmmm doain ya sodara sodara…………….

  8. on 18 May 2007 at 11:17Hanz

    salam kenal
    rasa pengen nangis, soalnya cerita mirip banget dengan apa yang lagi aq alami

    tapi beruntung nya aq wanita yang aq sayang belom nikah
    entahla mungkin tuhan masih ngasih kesempatan sama aq

    karena cerita ini aq jadi sadar, kalo cinta tu tidak hanya diam

    kalo nggak di coba sapa tau???

  9. on 18 May 2007 at 19:40dedek

    yaaa memang cinta tak hanya diam dan kalo tak ada yang memulai kita hanya akan hidup dalam suatu pengandaian…. hidup akan selalu dilingkupi dengan kata “mungkin dan mungkin”
    dulu dedek pernah berfikir untuk mendapatkan cinta itu merupakan suatu hal jauh dan tindak mungkin ku gapai tapi “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dan tak ada yang pasti” dari hal itu berusaha untuk menyakinkan diri kalau untuk mendapatkan yang terbaik itu tidaklah gampang

    ayoo hanzz semangattt

  10. on 30 May 2007 at 11:08eli

    btw kok sama c… ma kisah cintaku.sumpe deh.cuma bedanya kisahku belum ending.dia,orang yang aku cintai,sepertinya ga suka ma aku.tapi aku ga nanya dan ga kan pernah nanya apa dia juga ada rasa ma aku coz aku cewe.soalnya kayaknya dia lebih deket ma seseorang dan dia bukan aku.Oh,aku terharu banget.thank ya buat penulisnya yang dah bikin cerita seindah ini.

  11. on 04 Jun 2007 at 12:48asta

    “perih karena harus mencintai tapi harus dianggap sebagai seorang biasa olehnya”….gw bgt tuk saat ini, tapi ane harap perjalanan na ga sampe sejauh cerita ini. ya mudah2an aj dia bisa ngeliat ane sebagai orang yang luar biasa, sebelum mamiqu segera menghadirkan jodoh yang baru lg tukku,jd curhat.. hehe, ceritanya bagus….tapi yang ini….> “Anak itulah yang kelak menjadi pemimpin negara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan, menuju Indonesia yang adil dan makmur” dihilangkan, ga nyambung sama pendapt ane seperti 4nal….

  12. on 19 Jul 2007 at 19:27Aulia Alfahmy

    Wah…aku lama nggak buka kolom kita, ternyata yang komen cerpen ni sudah lumyan juga…Thks untuk semua masukannya

  13. on 06 Aug 2007 at 23:42Aulia Alfahmy

    Terima kasih atas semua saran dan kritik teman-teman kolomkita terhadaa cerpen “yang terlalu pendek” ini. jujur saya sangat senang mendapatkan komentar sebanyak ini!!

  14. on 13 Sep 2007 at 13:14iton

    mirip kisah gue nich….he.he..he…ngga sempat di ungkapin…

  15. on 04 Oct 2007 at 09:49re

    bah….
    bikin crita pake nama ndiri…
    pngalaman pribadi kah???

  16. on 07 Oct 2007 at 12:31CAHYO

    oke…………….

  17. on 19 Oct 2007 at 14:20igna....

    keren ceritanya…
    susah ya
    klo ngomong duluan gengsi
    tapi klo didiemin……
    gx akan ksampean nich cintanya…

  18. on 26 Oct 2007 at 10:58cHiE

    CeRiTaNya Ba9uS bAn9eT ^ ^,,

    ciNtA tU mAn9 tErKaDaNg MeNyAkiTkAn YuPs, KaLa CnTa BeRpiHaK PaDa Qta Mka CiNtA pUn AkAn TeRaSa iNdAh TaPi JiKa TiDaK MaKa PeRih Lah YaNg AkAn QtA rAsA .. Hiks .. Hiks .. Hiks …

    SediH BaNgeT sAmPe AiR mAtA Qw Ju9a Jadi iKuT mEnEteS ..

    BuAt PuNuliS sUkSeS YaH n kLo BiSa TuliSin ceriTA TenTaNg Qw DwOn9 …..

    ThAnKs YuPz

    n_n

  19. on 02 Nov 2007 at 09:37D'BluEzZ

    TOP lah……………………………..
    qRa2 ada kiSah yg kyK gToE gX???????????????

  20. on 24 Nov 2007 at 13:04uwie

    cEriTanya bAgu$ b9t bQn teRharU n bQn aQ jd mQn terpuRuk mengingat kiSAhku yg ga beda jAuh. aq gA perNAh ju2r ma dia mpe aKhRnya aQ nikAh n tW klo slm ini diA jg ciNta aQ. yg heran knp dia blm nikAh y???

  21. on 26 Dec 2007 at 16:17Aulia Alfahmy

    Ok, terima kasih atas semua komennnya terhadap cerpen ini…aku jadi terharu karena nggka nyangka yang komen bakal sebanyak ini

  22. on 18 Jan 2008 at 14:53aroem

    walah, walah… baca 2 bab awalnya, it’s okey, bahkan terbersit, duh, jangan sampe gw kaya gitu…. tapi koq endingnya narcis bgt yach??? ga tau lah, but it’s quite nice for the publish paper one… chayo bro! lagi donk

  23. on 18 Jan 2008 at 15:15aroem

    oh ilang koment nya… yo wes, sek jelas apik, tapi endingnya narcis. over all, scornya 2,75 dari skala 4,0. key??? ;p

  24. on 21 Apr 2008 at 03:35Aulia

    Ok…kayakanya cerpen in sudah muali nggak dibaca lagi ya…

  25. on 16 Jul 2008 at 02:33NaOLiCiOuS

    SanGaT MEngHaRuKaN YaCh CeRPEn muW auLia…
    BagUS2 ^^
    tWo ThuMbs V

  26. on 11 Aug 2008 at 13:16layla

    5sh jg kl qt pny pnyakit yg nm na GENGSI,,,,,,
    mw dqt slh,, g dqt slh,, senyum slh,, g senyum jg slh,,
    kl mnrt q sh,,, buang ja rasa gengsi tu jauh2….
    n 1 hl CINTA TU HARUZ DI UNGKAPKAN WALAW PUN AKHIR NYA SAQIT,,, TP AKAN ADA JG YG M’BAHAGYA KAN,,,, REMEBER IT QEY’Zzzzzz!!!!!!!!!!!

  27. on 07 Jan 2009 at 19:54ladina

    hmm… ko namanya mirip yaa sm nama seniorku dikmpus. aulia rahman alfahmy. apa emang iya? hoho :D

  28. on 04 Feb 2009 at 02:39Aulia

    Ladina emang kuliah di Fakultas Ekonomi UGM? Kalau gitu bener…Wow komennya tetap nambah walau 3 bulan sekali!!! he…he…

Tinggalkan Komentar