Merenda Hari Tua
Februari 5th, 2007 by KKc.om
Tk..tk..tk..tkk..tk..tk…
lenyap, senyap,mulai gelapkah
jarum jam di dinding-pun semakin terdengar
langkah-langkahmu
sepi..
biarpun hari masih pagi
tapi
sendiri…
sendiri daku hari ini
ada yang sedang kunanti-nanti sampai malam ini
dari jauh di relung hati
merenung di pagi yang dini
merenda kasih yang murni
menanti hari ini berganti
janganlah hati ini bersedih
belum lama waktu berganti
matahari masih setia menyinari
agar kita tak jadi gelap hati
kembali…
kudengar lewat pesawat TV
pembunuh bisa lari
bagaimana akan kucari
bila anak istri-pun tak tahu kemana bapak pergi
dan hati si anak-pun menjerit
ada lagi…
kulihat di buku kuning
kucari dengan dua jari mencari
oh.. disana engkau berada
kudengar beritamu di pesawat TV
siapa-pun tak tahu
belum juga ditemukan
siapa-pun tak kenal
apa yang bisa mengobati
hati ini yang sedang sendiri
menanti malam untukku
seorang diri
kurenda hari-hariku
kulewatkan sembari belajar mengerti
beragam orang di panti jompo ini
samakah aku dengan orang tua itu
dan hanya satu yang membedakan itu
karena aku tak bisa menunggu
aku berdoa setiap malam
aku bekerja setiap siang
tapi diriku tak pernah peduli
bila besok aku mati
hanya amal dan ibadahku yang akan kubawa pergi
Bila aku berlari seorang diri
hanya untuk mengusir penyakit
sedapat mungkin selagi kedua kakiku bisa berlari
adakah bila kakiku sakit
dan akupun tak peduli
karena hari ini kakiku mengajakku berlari
Dan bila siang aku bekerja
kutumpahkan hati dan tangan cekatanku untuk orang-orang
disekelilingku
kugantungkan hidupku demi orang-orang yang masih
membutuhkan keahlianku
dan bagaimana bila ini semua tak cukup buat hidupku
aku masih punya harga diri
aku masih punya hati nurani
aku masih punya harapan di hati ini
karena aku masih muda
aku masih banyak waktu
untuk berpikir, berkarya,dan merenda hari tua