KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Merenda Hari Tua

Tk..tk..tk..tkk..tk..tk…
lenyap, senyap,mulai gelapkah
jarum jam di dinding-pun semakin terdengar
langkah-langkahmu
sepi..
biarpun hari masih pagi
tapi
sendiri…
sendiri daku hari ini
ada yang sedang kunanti-nanti sampai malam ini
dari jauh di relung hati

merenung di pagi yang dini
merenda kasih yang murni
menanti hari ini berganti
janganlah hati ini bersedih
belum lama waktu berganti
matahari masih setia menyinari
agar kita tak jadi gelap hati

kembali…
kudengar lewat pesawat TV
pembunuh bisa lari
bagaimana akan kucari
bila anak istri-pun tak tahu kemana bapak pergi
dan hati si anak-pun menjerit

ada lagi…
kulihat di buku kuning
kucari dengan dua jari mencari
oh.. disana engkau berada
kudengar beritamu di pesawat TV

siapa-pun tak tahu
belum juga ditemukan
siapa-pun tak kenal
apa yang bisa mengobati
hati ini yang sedang sendiri
menanti malam untukku
seorang diri

kurenda hari-hariku
kulewatkan sembari belajar mengerti
beragam orang di panti jompo ini
samakah aku dengan orang tua itu
dan hanya satu yang membedakan itu
karena aku tak bisa menunggu
aku berdoa setiap malam
aku bekerja setiap siang
tapi diriku tak pernah peduli
bila besok aku mati
hanya amal dan ibadahku yang akan kubawa pergi

Bila aku berlari seorang diri
hanya untuk mengusir penyakit
sedapat mungkin selagi kedua kakiku bisa berlari
adakah bila kakiku sakit
dan akupun tak peduli
karena hari ini kakiku mengajakku berlari

Dan bila siang aku bekerja
kutumpahkan hati dan tangan cekatanku untuk orang-orang
disekelilingku
kugantungkan hidupku demi orang-orang yang masih
membutuhkan keahlianku
dan bagaimana bila ini semua tak cukup buat hidupku
aku masih punya harga diri
aku masih punya hati nurani
aku masih punya harapan di hati ini
karena aku masih muda
aku masih banyak waktu
untuk berpikir, berkarya,dan merenda hari tua

Tinggalkan Komentar