Itu Gunanya Teman
Februari 3rd, 2007 by p_cz
Ario lagi suntuk akhir-akhir ini. Pasalnya, tiga minggu lagi adalah ultah ceweknya, Lita, yang ke-tujuhbelas. Tentunya hari itu adalah hari yang penting bagi ceweknya tersebut, secara hari itu adalah hari sweet seventeen-nya Lita. Dan yang bikin Ario suntuk, sampai sekarang ia belum mendapatkan kado apa yang akan diberikan untuk pacarnya itu.
Kesuntukannya ia bawa sampai di sekolah. Saat istirahat sekolah, yang biasa dipakainya untuk nongkrong-nongkrong di kantin, sekarang ia pakai buat duduk di bangku taman sekolah sambil nekuk muka yang udah hampir mirip kayak popeye.
Dari jauh, Riki, temen yang senasib seperjuangan, dalam arti kata sering nyontek sama bolos bareng, menghampirinya. Sambil membetulkan letak jambulnya yang udah semakin menjulang tinggi layaknya menara Petronas, Riki dengan santainya bertanya,
“Ngapain lo, bro? Abis ditampar setan?!”. Ditanya begitu, Ario tetap cuek. “Sembarangan aja lo ngomong! Gue lagi pusing nih!”
“Pusing napa lo?! Duit lagi cekak?”
“Ya itu salah satunya,”
“Bukannya udah biasa?”
“Tiga minggu lagi cewek gue ultah, gue masih bingung mo ngasih apaan!” sahut Ario sambil mengucek-ngucek mata dan menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya ngga gatal itu. Riki ikut berpikir. Tapi yang namanya Riki, tuh anak ngga bisa dibedain antara mukanya yang lagi berpikir sama mukanya yang lagi kosong. Tapi tiba-tiba, Riki mencetuskan ide,
“Gimana kalo kasih aja yang dia suka?” serunya seperti telah menyelesaikan sebuah rumus matematika yang sangat rumit. Mendengar itu, Ario kaget. Tapi bukan karena ide sobat kentalnya itu.
“Eh, bego! Yang namanya ngasih kado itu udah pasti barang yang disuka orangnya, tolol! Dari tadi gue juga mikir begitu, IDIOT!”
“Lha, terus, mikirin apalagi?”
“Gue udah nanya sama dia. Yang dia suka itu boneka teddy bear yang harganya selangit di mall kemaren,”
“Ya udah, tinggal beli aja, gampang kan?!” usul Riki dengan polosnya.
“Kayak yang gue bilang tadi, duit gue lagi cekak,”
“Ooo…”. Mereka berdua kembali berpikir dengan IQ yang sama-sama jongkok.
****
Saat pulang sekolah, mereka masih terus berpikir. Sampai beberapa kali, Ario tersandung batu gara-gara ngga ngelihat jalan. Lalu tiba-tiba, mata Riki yang biasanya cuma seger kalo ngelihat yang bokep-bokep, tertuju pada selebaran yang tertempel di tembok sekitar jalan. Kontan ia mendekat, dan membacanya. Dan ia memanggil Ario,
“Ario, sini!”
“Apaan sih?!” Ario yang masih keheranan melihat tingkah sahabatnya enggan mendekat. Riki yang tidak sabar menarik tangan Ario dan membacakan isi dari selebaran itu.
“Lihat nih! “Dicari tenaga muda yang bersedia bekerja menjadi pegawai bengkel. Gaji : Dua ratus ribu. Honor dibayar setelah tiga minggu.” Asik nih, Yo!” Riki melonjak kegirangan.
“Hah?! Maksud lo kerja?!” tanya Ario ngga percaya. Kemudia ia membaca sendiri selebaran itu.
“Iya kerja! Emang mo gimana lagi?! Btw, harga si…. siapa? Tejo? Berapa?”
“Teddy bear!” ralat Ario “tiga ratus ribu,”
“Tuh kan! Ya udah, kita berdua kerja aja disana!”
“Tapi gue ngga ngerti mesin mobil! Cuma bisa make doank!” seru Ario. Tapi dilihat dari raut muka Riki yang emang ngga enak dilihat, tuh anak serius banget!
“N’tar gue ajarin! Gue kan sering ngutak-atik mobil di bengkel sepupu gue! Gimana?!”
“Ngga usahlah, gue ngga enak ama lo!” sahut Ario. Dengan tidak sabar, Riki menjitak kepalanya. Tapi tak lama kemudian, ia merangkul sahabatnya.
“Ario, itulah gunanya teman. Mungkin suatu saat nanti gue yang butuh bantuan dari lo!”
“Thanks, Ki! Kadang-kadang lo bisa diandelin! Oke lah!”
“Gitu donk! Nanti tiga ratusnya buat beliin kado cewek lo, sisanya kita seneng-seneng!”
“Hehehe… itu yang gue suka!!” sahutnya cengengesan.
Akhirnya, mereka berdua yang tadinya niat buat main PS bareng di rumah Riki, berubah arah tujuan ke Bengkel Restoto, nama bengkel yang sedang mencari pegawai itu berada. Mereka mulai tanya sana-sini, karena di selebaran itu tidak tertera alamat yang lengkap. Mereka mulai bertanya pada tukang becak,
“Bang, tau yang namanya bengkel Restoto ngga?”
“Restoto? Itu restoran padang ya?”
“Bukan Bang! Bengkel!”
“Oh, Restoto,” si abang becak mengangguk-angguk, dan dengan gayanya yang sok tahu, mulai menunjukkan jalan, “dari sini lurus aja, ada gang belok kiri trus ke kanan,”.
Ario dan Riki menurut saja dan berjalan ke arah yang ditunjuk abang becak tadi. Setelah berputar-putar sampai mandi keringat, ngga ada tanda-tanda kalo ada bengkel disana.
“Sialan! Tuh tukang becak ngerjain kita ya?!” tanya Riki lalu melap keringat di lehernya dengan tangannya.
“Kayaknya sih gitu! Dia aja ngga tahu itu bengkel apa restoran padang!” sahut Ario kesal.
“Tanya lagi aja!”
Mereka memutuskan untuk mampir di sebuah warung kecil di pinggir jalan. Warung kecil itu dijaga oleh seorang anak kecil. Begitu dihampiri Riki yang lebih seram dari setannya Jeruk Purut, anak kecil itu lari ketakutan ke dalam rumahnya dan mengadu pada ibunya. Dari dalam rumah, muncul seorang ibu-ibu gendut membawa sapu lidi, siap menggebuk siapa saja yang berani mengganggu anaknya. Setelah beberapa kali pukulan bertubi-tubi pada Riki dan Ario, akhirnya si ibu mengerti. Ia langsung menunjukkan jalan.
Ario dan Riki langsung menuruti kemana arah yang ditunjuk si ibu tadi. Dengan lebam-lebam, mereka berjalan kembali. Tapi setelah setengah jalan, mereka merasa aneh.
“Perasaan, ini tempat yang waktu kita nanya tempat sama abang becak tadi deh,” celetuk Riki. Matanya mulai melihat-lihat jalan yang sedang dilaluinya.
“Masa sih?!” mata Ario segera meneliti sekitarnya. Kali aja ada setan iseng yang nyasarin mereka berdua.
“Heeh, gue yakin banget sama ingatan gue!” seru Riki. Ario yang ngga percaya sama otak sahabatnya yang kapasitas ingatannya cuma seper dari sekian byte, mengabaikan ocehannya.
“Udah, ayo jalan terus!”
Mereka kembali berjalan sesuai arah. Setelah melewati beberapa gang dan pengkolan, lagi-lagi Riki merasa aneh. Ia meneliti jalan-jalan yang sedang dilaluinya. Dan kemudian, ia kaget sendiri, karena dari jauh melihat rumahnya sedang berada di sisi kanan jalan. Dan di ujung jalan, terdapat sebuah rumah, dan diatasnya digantung sebuah papan nama “Bengkel Restoto”.
“Lha?! sejak kapan rumah gue pindah kesini?” tanya Riki kaget. Pertanyaannya membuat Ario melihat salah satu rumah yang berada di sisi kanan jalan. Setelah ia teliti, ternyata itu memang rumah si monyet jambul yang berdiri di sebelahnya dengan dungu. Lalu Ario melihat ke belakang, ke jalan yang sudah di laluinya. Seketika itu juga, muka Ario langsug merah padam.
“Bego!!! Ini emang kawasan rumah lo, tolol!! Kenapa dari tadi lo ngga bilang kalo bengkelnya deket rumah lo!!” teriak Ario tidak habis pikir. Udah disasarin jalan sama tukang becak, diteriakin setan sama anak kecil, digebukin ibu-ibu pake sapu lidi, sekarang temannya yang bloon ngga ketulungan ini cuma bilang, “Sorry deh, gue ngga tau kalo disitu ada bengkel. Kata bokap sih, itu emang bengkel baru, jadi baru pasang papan nama kemaren,”
“Ah udahlah! Kita masuk aja!” seru Ario keki. Mereka masuk ke bengkel itu. Setelah proses yang panjang dan bikin capek, mereka berdua diterima kerja disana. Ya iyalah harus diterima, kalau ngga, Ario udah menyate Riki jadi sepuluh tusuk karena udah ngebikin dia capek plus biru-biru lantaran nyari bengkel doang!
*****
Dua minggu lebih telah berlalu. Kini, Ario tinggal menghitung hari untuk mendapatkan gaji pertamanya dari kerja pertamanya untuk bisa membelikan kado buat Lita, ceweknya. Semenjak kerja di bengkel itu, jadwal Ario dan Riki padat banget. Paginya sekolah, sorenya kerja sampe malem. Ngga ada waktu buat ngerjain peer sekolah. Peer biasa mereka kerjain pas masuk sekolah sebelum bel masuk berbunyi.
Lagi asyik-asyiknya mencuci mobil dari salah satu pelanggan, Theo, salah seorang karyawan, berteriak memanggilnya,
“Ario! Itu ada mobil baru masuk, lo layanin dulu deh! Gue lagi sibuk!”
“Beres!!”. Setelah menyudahi pekerjaannya, ia menghampiri mobil yang baru saja masuk. Tapi tiba-tiba, tangannya ditarik seseorang, yang ternyata Riki. Mukanya belepotan oli saat ia bilang, “Gawat, Yo! Gawat!”
“Apaan sih?! Gue musti ngurus pelanggan nih!” seru Ario sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangan Riki. Tapi tidak berhasil. Riki kemudian mulai berbisik-bisik. “Lo lihat ke jalan sekarang! Gue sih ngga berharap ini bener, tapi gue ngelihat cewek lo lagi berduaan sama cowok lain!”
Ario hanya tertawa tak percaya, “Jangan ngaco lo! Jam segini cewek gue lagi les! Ngga mungkin!”
“Sekarang lo buktiin aja kata-kata gue! Pelanggan yang itu biar gue yang urus! Buruan!” Riki mendesak Ario. Didesak seperti itu, Ario jadi penasaran juga. Ia mulai pergi ke jalan di depan bengkel tempat ia bekerja, dan mencari-mencari yang dimaksud oleh Riki.
Bagaikan disambar petir, Ario melihat Lita, ceweknya, asyik bergandengan tangan mesra dengan seorang cowok yang tidak dikenalnya. Tadinya ia menyangkal penglihatannya sendiri dan berusaha menghibur diri, mungkin saja itu saudaranya. Tapi ia teringat kalau ceweknya itu anak tunggal, dan semua sepupunya perempuan. Ia berteriak memanggilnya, “Lita!!”
Seketika itu juga cewek itu menoleh ke arahnya, dan tersentak kaget, “A, Ario… ini… aku bisa jelasin semua…”
Sambil menahan marah dan kecewa, ia berkata, “Ng… sorry, gue salah orang…”. Lalu ia lari ke dalam bengkel. Lita berusaha mengejar, tapi dicegat oleh Riki yang tiba-tiba muncul. Cowok yang tadi bersama Lita mulai marah, dan terjadilah perkelahian seru yang dimenangkan oleh Riki. Dengan tersungut-sungut, Lita dan cowok gandengannya itu pergi.
“Udah Yo! Ngga usah dipikirin, masih banyak cewek lain!”. Hibur Riki pada Ario yang terduduk lemas di lantai. Ario tetap tidak mendengarkan kata-kata Riki. Ia masih memikirkan kejadian tadi. Ia bekerja di bengkel ini semata-mata hanya ingin mendapatkan uang untuk membelikan hadiah spesial untuk Lita, pacarnya. Sampai sahabatnya, Riki, rela berkorban dengan ikut bekerja di bengkel tersebut. Tapi yang tak Ario sangka, disaat ia sedang bekerja keras demi Lita, pacarnya itu malah berpacaran dengan cowok lain!
Riki memandang sahabatnya dengan iba. Hanya dia yang tahu, betapa Ario sangat mencintai Lita. Setiap kali Ario ada masalah dengan ceweknya, Riki-lah yang menjadi tempat pengaduannya. Riki berpikir, seandainya ia yang mengalami kejadian tadi, pastilah ia sangat down. Tapi percuma ia berandai-andai, karena jangankan jadi pacarnya, hanya dengan melihat Riki pun, cewek langsung lari terbirit-birit.
“Lo ngga mungkin berhenti kerja kan?!” tanya Riki memastikan.
“Ngga lah! Masa gara-gara cewe doang gue jadi down!”
“Gitu donk!”
“Btw, gue mo bilang sorry and thanks sama lo! Dari awal, lo yang ngebantuin gue, sampe sekarang, lo biru-biru lagi,”
“Itu gunanya temen!”
“Ngga apa-apa deh, ngga punya cewek. Ada lo ini!” Ario merangkul sahabatnya, tapi Riki menolak.
“Eh, eh, sorry, Yo! Bukannya mo nyinggung, tapi … gue bukan homo!”
“Siapa yang mo ngehomo sama lo, TOLOL!!”
“HOI KALIAN! KERJA YANG BENER!” seru sang pemilik bengkel. Membuat mereka terkesiap.
“YA, PAK!”
*****
Pisces
oi,,oi,,
bikin cerpen ny yg pemain ny 7 dunk,,,
gmn cie!!!
bikin semangat lo..ceritanya.
Buat pengarang cerpen ini… thanks ya udah buat inspirasi untuk drama di skulQ……!!
kirain ntar akhirnya si Riki salah orang abis ngegebukin cowok yang bareng Lita. kan lebih lucu kalo si Riki nya dimarahin gara-gara gebukin orang, jadi waktu itu Lita bukan lagi selingkuh…
he…..he…..he……1000X lucu buanguet ya…….tapi juga kasihan se….. tapi G apa emang arti temen lebih dari segalanya….cewek sekalipun….jadi AQ seneng buanget sama akhir cerita ini……..dia G down meski telah kehilangan cew-nya………Cewek kan masih banyak…………. Tuhan dah siapin buat KITA jadi G usah khawatir OKRIK………!!!!
hai pisces kamu male or female sich…… kok bener2ngerti about gaulnya cowok.klo kamu cowok apa memang sampai segitunya ya usaha seorang cowok untuk nyenengin hati pacarnya……its true that love is blind.. pokoknya ceritamu lucu gokil abbiisss deh…. lebih seger dari mangga muda yang baru dipetik dari pohonya he……100001x
Ceritanya bagussss!! Lebih bagusss lagi klo adegan adu jontosnya ditonjolin!!
Hidup kekerasan!!
(Hehehe…)
Peace….
_*_PoeTry-4u_*_
ceritranaya lucu n asyik…men…
Ha … Ha … Ha … keren juga tuch cerita ..
Cz dari cerpen tadi c cwo kan yang disakitin,, jadi klo menurut gw klo cwo yang diselingkuhin tu wajar .. sLaMa nie kan cwe terus yang diselingkuhin jadi ga pa” dwong skli” cwo yang diselingkuhin …
Hidup selingkuh n pastinya gw dukung cwe dwong …
n_n
wah kayana hampir mirip ma kejadian gw,,
makasi udah bkinin critanya../
hwaaaa……………..
keren2^-^,,
ehmmmm, ntar kalo mw bkin cerpen lagi,bkin yg lbih gokil byr yg bca bsa mpe ngakak bca crita lo,, xey,
hehehe…..
good luck yaaach,,^-^
hebat ne crita bsa jd pnghibur hatiQ yg LG luruh ntah ditelan bumi kali y(Chey)
Pokoke GOKIL ABIZ
Oi ya, thank’s bwt pizces ñ Gøød Luck!!
Dilarang baca mbil nyinom. Tvch br ad tamu bnyak bngetz
Thanx y bwt critana dah bgus gokil pula i very like it w ksh 4 jmpol dech cz jmpol w cma ada 4.
He,,,
Mank prshbtn mlbhi cnta.
Friendship forever.
bgz bgt’zZZZzzzzzz………………..
kl ne di film qn,,,, theme song na ARTI SAHABAT dari NIDJI tu co2x bgt’zZ ,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
biasa aja lagi cerpenya.. ga ada bagus bagusnya
9aX a6h…….. MenuruT 6w Biasa aZaaa……………
keRenan Ju9a cErpen bikinan 9w.. Pokoknya Cihuyyyyyyyyy…..