Esensi Waktuku
Februari 3rd, 2007 by Feet
Angin bergetar menatar luluhnya waktu yang membatu
kapan lelehan waktu itu menjalar membuka kartu?
bahwa waktu itu ujung diam, selimuti hati yang terkatu
mengusap lelahnya setiap mata, mengoles klimis sang sayu
kelu ini leher, tunggui waktu kembali empiris
apa gigi ini menguning, sunggingi senyum sejuta mengiris
apa waktu itu membusung rupa, tunggangiku yang tertralis
kelu ini leher, waktu cuma layak bayangan oasis
datanglah waktu, pintu seluruh waktu terbuka
di depan merah laserasi yang menganga