Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Cerpen on Januari 26th, 2007 No Comments »
Aku tak percaya pada apa yang telah aku lakukan. Aku telah memukul perasaan wanita yang telah menghadirkanku ke dunia fana’ dan wanita yang selama ini mengisi hari-hariku dengan bunga-bunga: yaitu ibuku yang duapuluh tahun lalu melahirkanku dan dia yang tiga tahun yang lalu menerimaku sebagai penjaga hatinya.
This is a preview of
Naha Salah Lamun Kuring Boga Rasa Salain Ka Anjeun!*)
.
Read the full post (926 words, estimated 3:42 mins reading time)
Posted in Puisi, Asa on Januari 25th, 2007 No Comments »
Jika waktuku tiba, aku ingin pergi dengan tenang
Jika waktuku tiba, aku ingin orang-orang tecinta ada di sana
Jika waktuku tiba, iringan doa mengalir iringi pergiku
Jika waktuku tiba, aku ingin melihat bidadari memelukku
Jangan iringi pergiku dengan tangis
Karena aku ingin keikhlasan di wajah kalian
Aku ingin damai melepas kefanaan dunia
Posted in Puisi on Januari 25th, 2007 No Comments »
Ada yang yang bergegas pulang,
lepas hilang di ujung jalan
berpaling muka saat setitik muka ku lihat,-
ini kali aku terbebas dari s’gala
juga lepas merindu sisca
kemaren kemaren aku memang bertekuk lutut oleh cinta
sampai aku pale pale, ku timang timang dalam jalan waktu tidur
demi mendapat merekuk keruh nya peluk
sediam memerah ku binasa s’gala
dalam celup secelup rayut kemayut
didih otak dan imajinasiku
Posted in Puisi on Januari 24th, 2007 No Comments »
Dialah perempuan
Yang datang dari sudutsudut malam
Menunggangi jerit jangkrik
yang memecahkan kesunyian
diiringi lolongan anjing
yang membuat merinding.
Dialah perempuan
Yang tak seperti semut, turun berkerumun
Dialah kupukupu dengan sayap kaku
Di tangan dan kakinya
Belenggu kelambu berat serupa batu
Posted in Puisi on Januari 24th, 2007 No Comments »
Sajak-Sajak Hyronimus Huku Lejap
Kepada Langit Desember
Tak kukeluhkan apa
Keringat yang mengalir di lekuk tubuh lesuh
Menitip rindu hati resah
Ini tubuh penuh peluh
Lelah memikul tanya
Bilakah tungku kembali berasap
Sedang bumi tak lagi berdaun ?
Ini tanya
Kepada Desember
Dalam luruh harap
Tanya Jadi Jawab ?
Aku mananti sang kekasih
melayang dari surga nan suci
yang memetik bintang dari angkasa
dengan penuh cinta
yang mengusir setan dari diriku
yang menyejukkan kalbuku
Aku rindu pada cahayanya
yang menyilaukan tapi menerangiku
saat aku berada dalam kegelapan
mataku ingin melihat senyumnya
yang merekah laksana mawar mengembang
dan telingaku ingin mendengar nyanyiannya
yang selalu menentramkan jiwa
Posted in Puisi, Intermezzo on Januari 22nd, 2007 No Comments »
Sepotong bulan
Tersabit dari langit sepi
Jatuh dalam pengasingan mimpi purba;
janji dan penantian
Dan…..
Bintang-bintangpun mencatat;
luka yang menerbitkan hujan…!
Magelang, 25’03’06
Permanent link to this post (24 words, estimated 6 secs reading time)
Malam yang sunyi dan dingin
Kutermenung seorang diri
Menatap langit-langit kamar
Dengan pandangan satu
Hatiku berbunga….
Ketika hatiku terpaut dengan wajah yang kucinta
Sampai akupun tak dapat pejamkan mata
Sebab ku teringat dan terbayang olehnya
Sejuta angan dan harapan
Kini telah menyatu
Posted in Cerpen, Puisi on Januari 20th, 2007 1 Comment »
Cewek mana sih yang nggak pengen tampil seksi di depan cowoknya. Itulah yang ada dipikiran Cathy saat ini. Semenjak jadian dengan Rony seminggu yang lalu, Cathy memang banyak merubah penampilannya. Dulu dia nyaman dengan mengenakan celana jeans, kaos agak sedikit kebesaran, dipadu dengan sepatu kets biru favoritnya. Rambutnya dikucir ekor kuda. Tapi Cathy yang sekarang penampilannya berbeda, dia terobsesi untuk tampil seksi.
Posted in Puisi on Januari 19th, 2007 No Comments »
Ada suatu saat,
Dimana aku merasa.
Kengiluan menembus tulang-tulangku,
Tanpa kurasakan belaian nafas angin.
Saat itu,
Kutatap dedaunan.
Dunia membisu.
Satu suara.
tik tik tik tik tik.
Hembusan putih berserakan.
Keluar seiring dadaku bergoyang.
Aku ….
keluar dari kubusku.
Baru kusadari,
Itu ,
Menggelitik.