KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Januari 2007

Aku tak percaya pada apa yang telah aku lakukan. Aku telah memukul perasaan wanita yang telah menghadirkanku ke dunia fana’ dan wanita yang selama ini mengisi hari-hariku dengan bunga-bunga: yaitu ibuku yang duapuluh tahun lalu melahirkanku dan dia yang tiga tahun yang lalu menerimaku sebagai penjaga hatinya.

Jika Tiba Waktuku

Jika waktuku tiba, aku ingin pergi dengan tenang
Jika waktuku tiba, aku ingin orang-orang tecinta ada di sana
Jika waktuku tiba, iringan doa mengalir iringi pergiku
Jika waktuku tiba, aku ingin melihat bidadari memelukku

Jangan iringi pergiku dengan tangis
Karena aku ingin keikhlasan di wajah kalian
Aku ingin damai melepas kefanaan dunia

Menjelang Malam Kemis

Ada yang yang bergegas pulang,
lepas hilang di ujung jalan
berpaling muka saat setitik muka ku lihat,-
ini kali aku terbebas dari s’gala
juga lepas merindu sisca

kemaren kemaren aku memang bertekuk lutut oleh cinta
sampai aku pale pale, ku timang timang dalam jalan waktu tidur
demi mendapat merekuk keruh nya peluk
sediam memerah ku binasa s’gala
dalam celup secelup rayut kemayut
didih otak dan imajinasiku

Perempuan Malam

Dialah perempuan

Yang datang dari sudutsudut malam

Menunggangi jerit jangkrik

yang memecahkan kesunyian

diiringi lolongan anjing

yang membuat merinding.

Dialah perempuan

Yang tak seperti semut, turun berkerumun

Dialah kupukupu dengan sayap kaku

Di tangan dan kakinya

Belenggu kelambu berat serupa batu

Puisi-Puisiku

Sajak-Sajak Hyronimus Huku Lejap

Kepada Langit Desember

Tak kukeluhkan apa
Keringat yang mengalir di lekuk tubuh lesuh
Menitip rindu hati resah
Ini tubuh penuh peluh
Lelah memikul tanya
Bilakah tungku kembali berasap
Sedang bumi tak lagi berdaun ?
Ini tanya
Kepada Desember
Dalam luruh harap

Tanya Jadi Jawab ?

Kasihku

Aku mananti sang kekasih
melayang dari surga nan suci
yang memetik bintang dari angkasa
dengan penuh cinta
yang mengusir setan dari diriku
yang menyejukkan kalbuku

Aku rindu pada cahayanya
yang menyilaukan tapi menerangiku
saat aku berada dalam kegelapan
mataku ingin melihat senyumnya
yang merekah laksana mawar mengembang
dan telingaku ingin mendengar nyanyiannya
yang selalu menentramkan jiwa

Bulan Yang Tersabit

Sepotong bulan

Tersabit dari langit sepi

Jatuh dalam pengasingan mimpi purba;

janji dan penantian

Dan…..

Bintang-bintangpun mencatat;

luka yang menerbitkan hujan…!

Magelang, 25’03’06

Renungan Hati

Malam yang sunyi dan dingin

Kutermenung seorang diri

Menatap langit-langit kamar

Dengan pandangan satu

Hatiku berbunga….

Ketika hatiku terpaut dengan wajah yang kucinta

Sampai akupun tak dapat pejamkan mata

Sebab ku teringat dan terbayang olehnya

Sejuta angan dan harapan

Kini telah menyatu

Seksi

Cewek mana sih yang nggak pengen tampil seksi di depan cowoknya. Itulah yang ada dipikiran Cathy saat ini. Semenjak jadian dengan Rony seminggu yang lalu, Cathy memang banyak merubah penampilannya. Dulu dia nyaman dengan mengenakan celana jeans, kaos agak sedikit kebesaran, dipadu dengan sepatu kets biru favoritnya. Rambutnya dikucir ekor kuda. Tapi Cathy yang sekarang penampilannya berbeda, dia terobsesi untuk tampil seksi.

Hujan Tanpa Angin

Ada suatu saat,
Dimana aku merasa.
Kengiluan menembus tulang-tulangku,
Tanpa kurasakan belaian nafas angin.

Saat itu,
Kutatap dedaunan.
Dunia membisu.

Satu suara.
tik tik tik tik tik.
Hembusan putih berserakan.
Keluar seiring dadaku bergoyang.

Aku ….
keluar dari kubusku.
Baru kusadari,
Itu ,
Menggelitik.

« Prev - Next »