KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Antara Darah dan Bisikan Hati

Semburat tinta hitam
di atas sebuah kanvas. Putih.
Ragu nan sedih tak terbisukan
Jari-jari mungil seorang nirmala terluka!
Parah!

Darah … Darah …
Bukankah lukisan itu lebih indah!!!
Dengan darahmu, Nirmala!!
Biarkan kanvas itu melukiskan kesedihan
dan duka. Yang lama terpuruk
dalam butiran-butiran yang biadap!

Aku ‘kan mengiris kulit-kulit ini
Hingga kulihat tawa dan
kebahagiaanmu. Tapi ….
Kau masih saja sedih. Kau masih saja
meratapi nasibmu yang tak berujung
Kau biarkan saja iblis-iblis menari di atas
rambutmu
Kau …. kau …
masih menunggu lagi siksa apa lagi yang hendak
menyapamu.
Aku tak tahan! Kapan kau mau berduka
dan menyadari penderitaanmu

Tinggalkan Komentar