Nyawa Bersama Lara
Januari 28th, 2007 by hanifah rahmawati
Tetes demi tetes
ku arungi semua lara dan duka
seakan dewi kecil tak terasa lihat olehku
aku sadar….
sempurna adalah ilusi
bukan imajinasi
dulu, berkata dalam hati
ingin sekali kutiup angin sendu dihatiku
aku ingin mengucap janji bisu
untuk angin yang kelabu
oh, tuhan….
apalagi risuk kisah yang ada pada diriku
senja yang menyelimuti hatiku
telah tertutup dengan kemarahannya
seakan khayalan dihatiku menjadi fatamorgana
aku ingin teriak,
teriak dan teriak…
aku iri dengan pujangga
dia hanya bisa duduk menatap kertas yang dihadapannya
dia hanya bisa merangkai kata menjadi setangkai sajak
aku sadar, aku takkan bisa sepertinya…
dengan penuh lara…
ku tebarkan semua nyawa-nyawa tak bersalah
nyawa yang tak berguna
nyawa yang hanya bisa gembira yang sesaat….
aku mohon kepadamu Tuhan,
tutuplah hatiku ….
yang telah menjadi keping-keping batu….
mungkin, dengan semua kepingan nyawaku….
dia akan bahagia bersamanya….