Perempuan Malam
Januari 24th, 2007 by hendri f. isnaeni
Dialah perempuan
Yang datang dari sudutsudut malam
Menunggangi jerit jangkrik
yang memecahkan kesunyian
diiringi lolongan anjing
yang membuat merinding.
Dialah perempuan
Yang tak seperti semut, turun berkerumun
Dialah kupukupu dengan sayap kaku
Di tangan dan kakinya
Belenggu kelambu berat serupa batu
Dialah perempuan
Yang tiba dari goagoa menganga
Lapar dan dahaga akan jiwajiwa seorang wanita
Yang telah mendustai normanorma
Yang nyata termaktub dalam kitab semesta
Dialah perempuan
Yang tak punya nyali
Untuk tampak di siang hari
Karena di kutuk langit dicaci bumi
Sering kali, matahari menampar pipinya
Melukai wajah bulannya
Darah hitam mengalir, melumuri kulit dan poripori
Embun menghiasi sudut matanya
Dengan sedikit luka di dahinya
Dialah perempuan
Yang datang dari sudutsudut malam
Jakarta, 18 Januari 2007