Aku mananti sang kekasih
melayang dari surga nan suci
yang memetik bintang dari angkasa
dengan penuh cinta
yang mengusir setan dari diriku
yang menyejukkan kalbuku
Aku rindu pada cahayanya
yang menyilaukan tapi menerangiku
saat aku berada dalam kegelapan
mataku ingin melihat senyumnya
yang merekah laksana mawar mengembang
dan telingaku ingin mendengar nyanyiannya
yang selalu menentramkan jiwa
Namun dia tidaklah abadi
dia datang lalu pergi lagi dengan cepat,
secepat ninja
dia bukan penyihir, tapi dia bisa menyihir limbah keruh
menjadi air yang jernih
dia memang tak bisa membuatku kenyang
seperti nasi rames, tapi dia bukan ular berbisa yang menyakitkan
dia selalu menjadi teman dalam sepiku
Seiring berjalannya waktu
aku menjadi sadar, dirinya adalah anugrah terindah
dalam hidupku
dirinya adalah bagian terindah dalam perjalanan hidupku