KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Seksi

Cewek mana sih yang nggak pengen tampil seksi di depan cowoknya. Itulah yang ada dipikiran Cathy saat ini. Semenjak jadian dengan Rony seminggu yang lalu, Cathy memang banyak merubah penampilannya. Dulu dia nyaman dengan mengenakan celana jeans, kaos agak sedikit kebesaran, dipadu dengan sepatu kets biru favoritnya. Rambutnya dikucir ekor kuda. Tapi Cathy yang sekarang penampilannya berbeda, dia terobsesi untuk tampil seksi.

Sabtu ini Rony mengajaknya keluar. Kencan pertama. Dan Cathy ingin kencan pertamanya ini berjalan dengan sukses. Dia ingin terlihat seksi di depan Rony. Sudah hampir 1 jam Cathy berkutat di depan cermin. Cathy mengenakan blus lengan panjang berwarna biru muda dipadu rok yang sangat mini.Memakai sepatu highheels yang baru dibelinya kemarin. Rambut yang biasanya diikat ekor kuda kini digerai, menurutnya supaya terlihat lebih dewasa.

Ting tong.

Itu pasti Rony, katanya dalam hati. Sebelum turun menemui Rony, Cathy mengecek sekali lagi penampilannya di depan cermin, kalau-kalau ada yang kurang. Benar saja Cathy merasa ada yang salah dengan blusnya. Ya, blusnya kurang seksi. Tanpa pikir panjang dia melepas kancing blusnya yang paling atas, hingga memperlihatkan belahan dadanya. ‘Sempurna’ batinnya.

Sejam kemudian Cathy dan Rony sudah duduk manis berhadapan-hadapan menikmati crepe keju dan es krim vanila super besar di sebuah cafe.

“Cath, aku ke toilet bentar ya ,“kata Rony sambil beranjak dari kursinya.

“Jangan lama-lama ya . . . ,“pinta Cathy. Dia merasa agak waswas ditinggal di sini sendirian. Soalnya di pojokan cafe ada segerombol cowok yang mirip preman yang dari tadi pada melototi Cathy sambil cekikikan. Bukannya apa-apa sih, hanya saja Cathy takut kalau diapaapain sama mereka. Menurut pengalaman beberapa temannya, cowok-cowok model preman kayak mereka ini sukanya gangguin cewek yang lagi sendirian apalagi . . . yang pakai baju seksi . . Hi . . . syerem . . . amit-amit deh.

Firasat buruk Cathy terbukti. Cowok-cowok preman tadi berjalan ke arahnya. Aduh gimana nih mereka ke sini . . . Rony juga belum keliatan lagi. Aduh, kalo mereka gangguin aku gimana ya . . . batin Cathy.

“Hai manis, sendirian nih , mana cowoknya ? Jalan-jalan ma kita-kita aja yuk . . .“kata salah satu dari preman-preman itu.

Cathy takut setengah mati ‘disapa’ preman-preman itu. Dan parahnya lagi mereka semakin mendekat bahkan duduk di kursi kosong sebelah Cathy sambil ngliatin rok supermini-nya Cathy plus blus yang sedikit memperlihatkan belahan dadanya. Cathy panik setengah mati.

Ah , itu Rony, batin Cathy. Dia segera berlari menghampiri Rony dan menarik tangan Rony untuk segera keluar dari cafe.

“Ron, kita pergi dari sini sekarang. Cepet !!! ,” Cathy menarik tangan Rony tanpa persetujuan yang punya.

“Kamu ini napa sih Cath ?“tanya Rony saat mereka sudah berada di mobil Rony.

“Kamu nggak liat , aku tadi digangguin preman-preman sialan itu ?“

“O . . . kirain napa . . . ternyata . . .“kata Rony santai.

“Kamu ini gimana sih, ceweknya digangguin preman kok malah santai kayak gitu. Kalau tadi aku diapaapain gimana ?“

“Salah kamu juga sih. Siapa suruh pakai baju yang seksi kayak gitu. Kan jadi mendorong orang lain buat berbuat yang nggak-nggak.”

“Iya juga sih, sebenarnya aku juga kurang nyaman pakai baju yang seksi kayak gini. Tapi . . .“

“Kalau nggak nyaman kenapa dipakai ?“

“Uh . . . kamu ini memang nggak ngerti perasaan cewek ! Cewek mana sih yang nggak pengen terlihat seksi di mata cowoknya.”

“Jadi gara-gara itu kamu merubah penampilan kamu. Asal tau aja, aku nggak tertarik sama cewek seksi. Aku lebih suka kamu yang dulu, pakai celana jins yang biasa kamu pakai, kaos yang . . . yah mungkin sedikit kedodoran, sama sepatu kets.Dengan penampilanmu yang seperti itu kamu terlihat sporty . Dan jujur, kamu jauh terlihat lebih seksi dengan penampilan kamu yang dulu.”

“Hah . . . celana jeans biasa sama kaos yang agak kedodoran kamu bilang seksi ?“

“Yup .” kata Rony mantap.

One Response to “Seksi”

  1. on 31 Jan 2007 at 11:37Regina

    Cerita ini depannya serius, tp akhirnya cool bgt! Jgn berhenti buat bikin cerita lain yang lebih baik, yaa..

Tinggalkan Komentar