KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kau Pergi Tinggalkan Aku

Waktu berjalan walau perlahan

Terasa dihati cepet dan tak mau kompromi

Daun-daun hijau mulai mengering

Jatuh berguguran satu persatu

Berserakan dibumi tersingkir oleh angin

Tak ada guna lagi semua rasakan itu, tapi adakah cintaku seperti itu?

Ada kegelisahan timbul dalam hatiku

Aku bertanya namun semua itu hanya sia-sia

Kulihat jam masih berdetak

Masih setia menemani kesendirianku

Aku membayangkan seandainya dia hadir disisiku

Akan kuluapkan rasa rinduku

Tapi aku sadar semua hanya angan-angan belaka

Hembusan angin menyapa, daun-daun menari, burungpun bernyanyi

Mendung masih bertahta dihati

Aku mencari tegur sang pelipu lara yang berkunjung hingga akhir masa

Hatiku sedih karena dia semua akan sirnah

Aku bingung entah apa yang harus aku lakukan

Tak ada lagi kata yang bisa aku rangkai untuk menghilangkan rasa kesepian dihatiku

Entah apa yang harus aku lakukan

Andai kau tahu aku sangat sayang padamu

Tapi sayangnya kau tak mau tahu

Bahkan kau tak mau peduli dengan semua perasaanku

Sehari saja aku tak bertemu

Ada rasa yang hilang dihari-hariku

Hemm…rasanya terlalu cengeng, tapi itulah kenyataan

Kubertanya pada diriku sendiri

Apakah kau merasakan hal yang sama atau pernahkah kau

Mencariku bila tak bertemu aku? Jawabnya TIDAK, dan aku baru menyadari cintaku pergi begitu saja

Hembusan angin membelai rambutku, seakan yang lemah akan tersingkirkan

Bagai daun kering tertiup angin

Badaipun datang tapi Sang gunungpun tak mau bergeming walau sedikit

Kokohnya satu pijak tidak menyentuh

Awan cerah mulai memudar, mentari yang bertutur mulai membungkam

Awan putih menderau menjadi satu

Sejenak ku berpikir aku harus kuat dalam mempersiapkan diri jalani hidup ini

Tapi aku tak sanggup jika kau pergi tinggalkan cintaku

Kasih.. cobalah kau mengerti perasaanku

Aku ingin kau jangan pergi tinggalkan aku

Tetaplah disini untuk temani langkah hidupku

Kini aku baru mengerti

Setiap mimpi sadarku hanyalah pengisian egoku yang selalu mengharap kehadiranmu

Dalam setiap detik hembusan nafasku yang terdengar hanyalah bisikan namamu

Emun yang suci terlihat riang ditepian daun

Sang surya berpijar hingga panasnya sampai kebumi

Kutatap kedepan air laut bergelombang, sungguh menakjubkan

Kududk termenung sambil melihat suasana alam

Kurasakan belaian angina menyentuh wajahku

Tenang kurasakan saat ini

Aku tlah menyadari pijar mentari melemah, siangpun mulai redup

Kini siang berganti malam

Dan aku kembali pulang ke alam sadarku

Untuk meninggalkan semua kenangan dan angan-anganku

Aku sadar cintamu tak pernah ada untukku

Namun cintaku tetap ada untukmu

Kini aku merasa lepas

Karena sudah kuungkapkan rasa cintaku

Biarlah lembaran ini menjadi bumbu semu kehidupanku

Tak usah kau risau

Pergilah dari kehidupanku, masa lalu biarlah berlalu tengelamlah seperti matahari aku tak pernah menangisi kepergianmu

Dan kau tak akan pernah melihatku termenung sedikitpu untuk mengingatmu

Pergilah jangan kembali lagi.

2 Responses to “Kau Pergi Tinggalkan Aku”

  1. on 26 Feb 2007 at 13:47burhan

    ini cerita pengalaman pribadi ya? lumayan keren ceritanya meskipun banyak kata-kata yang salah dalam penpulisannya tapi jujur aja saya salut bagi penulisnya yang mencoba mengangkat tema perasaan pribadi.jangan berhenti menulis ya!

  2. on 11 May 2007 at 07:51hendra

    Tetap ya jangan menyerah aa doakan semoga bisa menjadi penulis tapi perhatikan hurup ketikannya

Tinggalkan Komentar