Kau Pergi Tinggalkan Aku
Januari 19th, 2007 by Nasria
Waktu berjalan walau perlahan
Terasa dihati cepet dan tak mau kompromi
Daun-daun hijau mulai mengering
Jatuh berguguran satu persatu
Berserakan dibumi tersingkir oleh angin
Tak ada guna lagi semua rasakan itu, tapi adakah cintaku seperti itu?
Ada kegelisahan timbul dalam hatiku
Aku bertanya namun semua itu hanya sia-sia
Kulihat jam masih berdetak
Masih setia menemani kesendirianku
Aku membayangkan seandainya dia hadir disisiku
Akan kuluapkan rasa rinduku
Tapi aku sadar semua hanya angan-angan belaka
Hembusan angin menyapa, daun-daun menari, burungpun bernyanyi
Mendung masih bertahta dihati
Aku mencari tegur sang pelipu lara yang berkunjung hingga akhir masa
Hatiku sedih karena dia semua akan sirnah
Aku bingung entah apa yang harus aku lakukan
Tak ada lagi kata yang bisa aku rangkai untuk menghilangkan rasa kesepian dihatiku
Entah apa yang harus aku lakukan
Andai kau tahu aku sangat sayang padamu
Tapi sayangnya kau tak mau tahu
Bahkan kau tak mau peduli dengan semua perasaanku
Sehari saja aku tak bertemu
Ada rasa yang hilang dihari-hariku
Hemm…rasanya terlalu cengeng, tapi itulah kenyataan
Kubertanya pada diriku sendiri
Apakah kau merasakan hal yang sama atau pernahkah kau
Mencariku bila tak bertemu aku? Jawabnya TIDAK, dan aku baru menyadari cintaku pergi begitu saja
Hembusan angin membelai rambutku, seakan yang lemah akan tersingkirkan
Bagai daun kering tertiup angin
Badaipun datang tapi Sang gunungpun tak mau bergeming walau sedikit
Kokohnya satu pijak tidak menyentuh
Awan cerah mulai memudar, mentari yang bertutur mulai membungkam
Awan putih menderau menjadi satu
Sejenak ku berpikir aku harus kuat dalam mempersiapkan diri jalani hidup ini
Tapi aku tak sanggup jika kau pergi tinggalkan cintaku
Kasih.. cobalah kau mengerti perasaanku
Aku ingin kau jangan pergi tinggalkan aku
Tetaplah disini untuk temani langkah hidupku
Kini aku baru mengerti
Setiap mimpi sadarku hanyalah pengisian egoku yang selalu mengharap kehadiranmu
Dalam setiap detik hembusan nafasku yang terdengar hanyalah bisikan namamu
Emun yang suci terlihat riang ditepian daun
Sang surya berpijar hingga panasnya sampai kebumi
Kutatap kedepan air laut bergelombang, sungguh menakjubkan
Kududk termenung sambil melihat suasana alam
Kurasakan belaian angina menyentuh wajahku
Tenang kurasakan saat ini
Aku tlah menyadari pijar mentari melemah, siangpun mulai redup
Kini siang berganti malam
Dan aku kembali pulang ke alam sadarku
Untuk meninggalkan semua kenangan dan angan-anganku
Aku sadar cintamu tak pernah ada untukku
Namun cintaku tetap ada untukmu
Kini aku merasa lepas
Karena sudah kuungkapkan rasa cintaku
Biarlah lembaran ini menjadi bumbu semu kehidupanku
Tak usah kau risau
Pergilah dari kehidupanku, masa lalu biarlah berlalu tengelamlah seperti matahari aku tak pernah menangisi kepergianmu
Dan kau tak akan pernah melihatku termenung sedikitpu untuk mengingatmu
Pergilah jangan kembali lagi.
ini cerita pengalaman pribadi ya? lumayan keren ceritanya meskipun banyak kata-kata yang salah dalam penpulisannya tapi jujur aja saya salut bagi penulisnya yang mencoba mengangkat tema perasaan pribadi.jangan berhenti menulis ya!
Tetap ya jangan menyerah aa doakan semoga bisa menjadi penulis tapi perhatikan hurup ketikannya