KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

LilinLilin & Lampion

: AdamAir & KM Senopati

Gerimis yang menangis

Kembali meneteskan sejarah tragis

Memar cahaya tak nampak lagi di mata

Kenapa?

Apakah sebentar lagi akan terjadi gerhana?

Ingin aku bergegas dari gulita

karena gulita selalu menghadirkan gundah gulana

Berlari menuju sepercik cahaya

karena aku akan damai berada disampingnya

Namun, kenapa yang kudapati

Hanyalah sembilanpuluh enam lilin kecil yang padam

dan enamratus tujuhpuluh empat lampion mungil dengan cahaya temaram

Membuat kegalauan dalam perasaan

Sembilanpuluh enam lilin kecil kembali dinyalakan diatas nisannisan

Tapi, kenapa harus diatas nisa? Kasihan

Sebab angin selalu menyisakan

atau menyisihkan kegelapan

Sedang lampion tetap temaram

Tergantung pada sekantung harapan

Pada sebait kidung permohonan:

Semoga angin tak meredupkan
Llinlilin kembali padam

Kesunyian akan menjadi nyala abadi

Dengan doadoa dari segenap penjuru

dan lagulagu yang melulu sendu

Menghantarkan ke penghujung waktu

Jakarta, 14 Januari 2007

Tinggalkan Komentar