LilinLilin & Lampion
Januari 17th, 2007 by hendri f. isnaeni
: AdamAir & KM Senopati
Gerimis yang menangis
Kembali meneteskan sejarah tragis
Memar cahaya tak nampak lagi di mata
Kenapa?
Apakah sebentar lagi akan terjadi gerhana?
Ingin aku bergegas dari gulita
karena gulita selalu menghadirkan gundah gulana
Berlari menuju sepercik cahaya
karena aku akan damai berada disampingnya
Namun, kenapa yang kudapati
Hanyalah sembilanpuluh enam lilin kecil yang padam
dan enamratus tujuhpuluh empat lampion mungil dengan cahaya temaram
Membuat kegalauan dalam perasaan
Sembilanpuluh enam lilin kecil kembali dinyalakan diatas nisannisan
Tapi, kenapa harus diatas nisa? Kasihan
Sebab angin selalu menyisakan
atau menyisihkan kegelapan
Sedang lampion tetap temaram
Tergantung pada sekantung harapan
Pada sebait kidung permohonan:
Semoga angin tak meredupkan
Llinlilin kembali padam
Kesunyian akan menjadi nyala abadi
Dengan doadoa dari segenap penjuru
dan lagulagu yang melulu sendu
Menghantarkan ke penghujung waktu
Jakarta, 14 Januari 2007