KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

sudah kucium bebau tua di kulitmu,;
sudah juga kuseru dia perindu segar aroma jiwamu
jadi tahu di mana diam sehuni jiwa jiwa yang kosong
merindu raga yang cuma terpasrah diri …

jangan diam lihat aku !!!

dengakan kepalamu tatap aku di bawah langit.
naik kuda paling hitam di atas keliarannya,
sedikit ngeri ku kibarkan di belakang laskar
berdiri ratus ribuan dingin mengigil beku terkutuk,

umpat aku,
cemooh aku,

paling terhina di atas hina,
bawah merangkul pedang tumpul

berdiri paling depan, bunyi gendrang
lalu berperang merebut tunggu menyerahA
menyebutnya kaku kaku mulutku,-:

berbintik bintik mataku, susah sungguh
seluruh tiada dapat …

walau ku tahu itu pintu di balik telapakmu,
maaf ku padamu, t’lah ku kabarkan kepada yang terbebas
layak ku bebas berlari sebebas hijau tatapmu dan aku melihat..

baru puluhan hari
aku merasakan malam dan siang,..

hatiku kepingin tahu segala,
lekas ku asah buku buku gores pedangku

meski nyata pada akhirnya
cuma satu kata tiada mendapat

maaf ku padamu, t’lah ku kabarkan kepada yang terbebas…^_^

aking

Tinggalkan Komentar