Kabarkan Padaku Tentang Laut
Januari 12th, 2007 by finasato
: buat riki dhamparan putra
kabarkan padaku tentang laut,
tentang ikanikan yang tak lelah membangun rumahrumah ganggang
tentang debur ombak memekakan gendang telingamu
alangalang yang menangkap pasir menjadi prajurit sunyi
requiem riakriak pada lanskap waktu berganti rupa jadi pemburu
juga senja yang lepaskan kakinya di ujung langit biru
atau jingga sapu tebingtebing kisah yang tak sempat tamat
kabarkan padaku tentang laut,
tentang gelombang yang menyisir rindurindu sesak jisimku
tentang dirimu yang menyulam pasir menjadi kenangan lekang
kesunyian mengaduk dadaku hingga terlempar ke dinding curam
angin nelayan mengirim camar ke buta mataku
batubatu putih ke sungsang tulang punggungpunggung gunung
______ menghimpit pipih tubuhku serupa biduk dilanda badai
duriduri di tilas kakiku berarah padamu menuju pantai landai
aku seberangi Laut Wadden ketika rinduku pasang surut padamu
dan lengkingan pauspaus betina itu lantang berseru:
_______________________angkat jangkar! bentangkan layar!
aku mabuk dalam kegilaanmu mengemudi perahu penuh sajaksajak
kaunahkoda yang membawaku ke pulaupulau sunyi tak bernama
memelihara diriku menjadi pandanpandan hijau di harum taman bunga
di kotakota, dengan dendang matahari dalam lelap terjaga
para penyihir sunyi masih bermain seruling saat petang
menabuh gendang pada abrasi pesta debudebu cemburu
membisikkan kitabkitab perjalananmu membalut perempuan sendu
setia menunggu larung pesan dalam botol kaca,
____________________________________sisa si pelaut mabuk
kabarkan padaku tentang laut,
di mana aku mematung mengukir waktu pertemuan kita
_____________________________ : entah kapan dan di mana
bertahuntahun hanya sampai pada catatancatatan tua
pun coba bertahan dan menjaga sajaksajakmu ketika malam kelam
ketika gelap mencuri mimpi dan senyum bocahbocah bengal
di balik jendela kukabarkan demam cinta ke relung tidurmu
mengintipmu diamdiam lalu membalut wajah pulasmu
_____________________________ yang terbaring di ranjang
serupa mercusuar sinari wajah bayi tak berdusta
pantai demi pantai kususuri jejakjejak lengkung kakimu
berubah menjadi silau butirbutir mutiara tak terbaca
_____________________________ oleh mataku yang buta,
namun telingaku masih mendengar embus angin laut
juga jerit burungburung laut mengaji petapeta sepanjang duka
lalu aku hanya mampu merabaraba penuh tanggul luka
dan gumukgumuk pasir itu mengantarku ke pesisir utara rumahmu
kelak pada sebuah perjumpaan di ujung tanjung,
di lapuk kayu pelabuhan biru dengan perahuperahu ungu
: kabarkanlah kepadaku tentang rupa laut
di kota singgahmu
bumi singgah,
2005-2006