KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Yang Mencuri Usia

stasiun itu telah lama kita tinggalkan
hanya sisa hujan menitipkan dinginnya
lantas,
kita saling terka
arah cuaca mana akan kau hembuskan nafasmu
barangkali: ke arah sepotong senja
jauh di sebelah sana

nafasmu tiba-tiba jadi burung gereja
di paruhnya menetes embun

embun yang kelak jadi cermin
untuk menengok rindu dan secarik masa silam

mata dan lambung tiba-tiba jadi perih
menatap burung-burung itu yang menatap kehilangan-kehilangan
dan, saat hujan mengirim curah pertamanya
kita lambat membaca satu isyarat:
waktu yang mencuri usia.
ngawi, 2006

Tinggalkan Komentar